Pengrajin Reptil dari Kuin Kecil
Belajar Membuat Sabuk, Tas dan Dompet dari Orang China
H Jamuni yang ditemui mengatakan, sekitar tahun 1975, dia pernah ikut bekerja membuat kerajinan
Penulis: Jumadi | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - PENGALAMAN membuat sabuk atau ikat pinggang, tas maupun dompet dari kulit reptil pada saat saat H Jamuni bekerja di tempat orang China kawasan Jalan Veteran Banjarmasin.
H Jamuni yang ditemui mengatakan, sekitar tahun 1975, dia pernah ikut bekerja membuat kerajinan yang semuanya terbuat dari bahan kulit reptil. Waktu itu bahan bakunya sangat melimpah.
"Dulu saya sempat ikut bekerja sebagai karyawan pembuat berbagai macam aksesoris dari bahan kulit reptil. Namun usaha tempat saya bekerja sudah tutup. Oleh sebab itulah, keterampilan yang saya miliki saya gunakan,"terang H Jamuni.
Baca: Dari Kulit Ular Piton dan Biawak, H Jamuni Produksi Sabuk hingga Dompet
Usaha itu dia kerjakan di rumahnya yang sederhana. Dia membuat berbagai macam aksesoris dibantu dengan satu anak lelakinya.
Produk yang dibuat, mula-mula kulit reptil dijemur sampai kering. Namun ada juga pengawetan kulit reptil dengan menggunakan bahan pengawet, sehingga bisa bertahan lama.
Baca: Jadwal Semifinal Hong Kong Open 2018 via Live Streaming Youtube BWF, Marcus/Kevin vs Ahsan/Hendra
Untuk waktu pembuatannya memang agak rumit, namun karena sudah terbiasa dan mahir, dalam pembuatan, seperti contoh sabuk pinggang dalam sehari bisa menghasilkan 10 sabuk.
Bahan yang dibuat dari semua jenis memerlukan jahitan dengan menggunakan mesin jahit. Kemudian ada bahan sintetis sebagai pelapis. Untuk bahan yang sintetis (sebagai pelapis) dan untuk bahan asli, maka harganya berbeda-beda. (jumadi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/h-jamuni-perajin-berbahan-kulit-reptil.jpg)