Berita Hulu Sungai Selatan

Mengelola Bank Sampah, Dispera KPLH HSS Lakukan ini

Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Dispera KPLH) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) melakukan jemput bola

Foto Kominfo HSS
Bupati dan Wakil Bupati saat menimbang sampah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Dispera KPLH) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) melakukan jemput bola dalam pengelolaan bank sampah.

Jemput bola sampah bernilai ekonomis ini menggunakan mobil operasional yang disebut mobil Pah Buati Baasuh (sampah buat ibadah bukan sebagai musuh).

Pengoperasian mobil pengelolaan Pah Buati Baasuh ditandai dengan pembuangan sampah yang bernilai ekonomis oleh Bupati HSS H Achmad Fikry dan Wakil Bupati Syamsuri Arsyad di Taman Palidangan Kandangan, Jumat (30/11).

Kepala Dispera KPLH HSS HM Saputra mengatakan program Pah Buati Baasuh salah satu inovasi untuk memperluas jangkauan nasabah bank sampah.

Baca: Syahrini Dikabarkan Dekat dengan Reino Barack, Ini Kata Dj Dash Berlin, Teman Dekat Incess

Baca: 10 Fakta Baru Pernikahan Crazy Rich Surabaya Jusup Maruta dan Clarissa, Tak Ada Doorprize Jaguar

Baca: Sosok Pria Dibalik Pasangan Crazy Rich Surabaya, Jusup Maruta dan Clarissa, Senang Pakai Kaus Oblong

Baca: Alasan KPI Hentikan Sementara Program Pagi Pagi Pasti Happy, Sindir Komentar Host Uya Kuya dan Billy

Program inovasi Pah Buati Baasuh sebagai proyek perubahan Bidang Pengolaan dan Kebersihan Dispera KPLH HSS.

"Program inovasi Pah Buati Baasuh dilakukan untuk memberikan motivasi dan mengerakan bank sampah," katanya.

Pihaknya berharap dengan dimulai dari bupati dan wakil bupati membuang dan menimbang sampah, masyarakat di HSS bisa menjadi nasabah bank sampah.

Mobil operasional Pah Buati Baasuh beroperasi setiap hari di Kota Kandangan, dan terjadwal untuk kecamatan se-Kabupaten HSS.

Menurutnya, sampah-sampah yang dibeli oleh bank sampah melalui mobil operasional Pah Buati Baasuh, yakni kardus, kertas HVS, buku, plastik, besi, seng bekas, kaleng susu, botol sirup atau kecap, koran atau majalah hingga beragam jenis plastik ember.

"Harga jenis-jenis sampah yang dibeli dari kisaran harga antara Rp.100 rupian sampai Rp.1.300 per kilogram," jelasnya.

Sampah sampah yang dijual oleh masyarakat tersebut, hasilnya bisa dibayar cash, ditabung atau disumbangkan untuk anak yatim yang nanti akan disalurkan melalui Dinas terkait.

"Mari kumpulkan sampah yang terdaftar dan layak, sehingga mendapat tambahan uang bagi keluarga," tambahnya.

Bupati HSS H Achmad Fikry mengatakan program inovosi Pah Buati Baasuh adalah proyek perubahan salah satu peserta diklat PIM untuk merubah mindset masyarakat, bahwa sampah itu bukan musuh.

"Sampah itu bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomis. Tidak semua sampah dibuang ke TPA, tetap bisa dipilah dan diolah, agar bernilai ekonomis," pesannya.

Diharapkannya, pihak bank sampah bisa terus memberikan edukasi masyarakat, mulai dari anak sekolah hingga masyarakat, bagaimana cara mengolalaan sampah, sehingga bisa menjadi nilai tambahan bagi keluarga.

Penulis: Aprianto
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved