KalselPedia
KalselPedia: Aluh Idut, Pejuang Gerilyawan dari Hulu Sungai Selatan
Aluh Idut adalah pahlawan dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang nama aslinya Siti Warqiah.
Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, KalselPedia - Aluh Idut adalah pahlawan dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang nama aslinya Siti Warqiah.
Nama panggilannya tersebut diabadikan pada sebuah nama jalan di Kandangan, dimana makamnya pun berada di jalan tersebut, tepatnya di seberang Kantor Dinas Komunikasi dan Informasi Kandangan.
Berdasarkan catatan skripsi Risti Ajeng seorang mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin tahun 1990 yang mewawancarai pihak keluarga Aluh Idut, panggilan Aluh Idut berasal dari fisiknya besar.
Karena itulah dia mendapatkan julukan Aluh (galuh) yang gendut.
Jiwa kepahlawanan dari kakek dan pamannya Martajiwa dan Sidik yang gugur pada perang hamuk antarukung pada masa kesultanan Muhammad Seman putera Pangeran Antasari, membangkitkan semangat Aluh Idut mengambil peran melawan penjajah.
Baca: KalselPedia: Polsek-polsek yang Ada di Hulu Sungai Tengah, Alamat dan Nomer Telpon
Baca: KalselPedia: Asal-usul Taman Kamboja, Sebelumnya Kompleks Pemakaman Nasrani
Baca: KalselPedia: Lab Kultur Jaringan Banjar, Penyedia Bibit Bermutu
Baca: KalselPedia- Kecamatan-kecamatan Penghasil Padi di Kabupaten Batola, Terbanyak Kecamatan Anjir Pasar
Tahun 1916, dia sekolah di Verfolk School (sekolah rakyat) lima tahun dan berhasil menyelesaikannya.
Tahun 1922 menikah dengan seorang sopir angkutan, namun pernikahan tersebut tak menghasilkan keturunan hingga bercerai.
Dikutip dari berbagai sumber, pada masa penjajahan Jepang, Aluh Idut bergabung dalam Fujinkai, organisasi tenaga perempuan yang dibentuk oleh Jepang pada Agustus 1943.
Aluh Idut mengajak saudara-saudaranya bergabung.
Saat Jepang menyerah, kemerdekaan Indonesia diproklamirkan.
Kabar ini diketahui dari surat kabar Merdeka yang dikirim Ir M Noor di dalam pasokan gula yang kemudian disimpan di rumah Aluh Idut.
Aluh Idut sejak pergerakan nasional sering mendapat penggeledahan dan penahanan dari Belanda.
Setelah tahun 1946 pun, Aluh Idut yang menyuplai senjata ke pedalaman dan membuka dapur umum hingga kerap dicurigai keterlibatannya dalam berbagai organisasi perjuangan.
Pada Nopember 1948 Aluh Idut ditangkap bersama menantu angkatnya bernama Lamri oleh dua orang reserse Belanda.
Dia ditangkap karena ada yang berkhianat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/makam-aluh-idut-di-jalan-aluh-idut-kandangan.jpg)