Berita Tanahlaut
Nelayan Pagatan Besar Demo ke Pemkab, ini yang Disuarakan
Puluhan nelayan Pagatan Besar Kecamatan Takisung mengenakan pita merah melakukan demo di kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tanahl
Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Puluhan nelayan Pagatan Besar Kecamatan Takisung mengenakan pita merah melakukan demo di kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tanahlaut.
Sejak pagi, para nelayan yang datang mengendarai mobil langsung disambut oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tanahlaut dan Dislutkan Kalsel serta Sakter DSDKP Kementerian Kelautan.
Puluhan nelayan yang datang pun langsung diajak masuk untuk menyampaikan keluhannya ke pemerintah.
"Ini masalah mata pencaharian kami, kami merasa terganggu dengan nelayan dari luar daerah yang juga ikut mengambil kepiting dan rajungan di perairan Kalsel," terang salah satu nelayan, Akhyar kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (19/2/2019).
Pasalnya, terang Akhyar, nelayan dari luar daerah memakai kapal lebih besar dan juga alat tangkap yang berbeda dengan mereka.
Baca: Balasan Maia Estianty Soal Postingannya Bernada Sindiran, Ini Kerinduan Mulan Jameela ke Ahmad Dhani
Baca: Cerita Istri SBY, Ani Yudhoyono Soal Sakit Kanker Darah, Ini Sosok 2 Perawat Terbaiknya di Singapura
Baca: Kemarahan Suami Dewi Perssik, Angga Wijaya Soal Permintaan Pengacara Rosa Meldianti
Baca: 12 tahun Tak Digaji Selama Bekerja di Jordania, Diah Kabur ke KBRI dan Akhirnya Tiba di Malang
"Kami pakai jaring tebar sedangkan mereka pakai bubu jadi jaring kami selalu tersangkut dan hilang karena alat tangkap mereka," sebutnya.
Selain itu, ungkapnya, ukuran lubang alat tangkap juga berbeda.
Jika jaring yang digunakan para nelayan Pagatan Besar yang tergabung dalam kelompok nelayan Kuda Laut berdiameter enam inchi maka diameter lubang alat tangkap bubu milik nelayan luar daerah sangat kecil sehingga kepiting dan rajungan kecil pun turut terjaring dalam bubu.
"Kita khawatir kelestarian kepiting dan rajungan di kawasan itu malah tidak lestari dan tak bisa diambil lagi untuk tahun berikutnya," ujarnya.
Tambah nelayan lain, Nahwani sudah dua tahun ini nelayan dari daerah lain masuk ke perairan Kalsel di Tanahlaut.
Akibatnya hasil tangkapan nelayan menjadi jauh berkurang.
Nahwani berharap ada solusi yang bisa diberikan pemerintah demi kelestarian rajungan dan kepiting di titik tersebut.
"Memang tadi kita sudah sepakat untuk memberi ketentuan kepada nelayan luar daerah terkait alat tangkap yang disamakan, serta waktu menangkap dan alat komunikasi, harapan kita semoga itu bisa disepakati dan diterapkan oleh nelayan lain," jelasnya.
Diketahui, titik penangkapan kepiting dan rajungan yang diperebutkan oleh nelayan Pagatan Besar dengan nelayan luar daerah berada di kawasan Batu Gae sampai Blok C.
Para nelayan mengatakan terkait wilayah penangkapan ikan pihaknya tak mempermasalahkan karena mudah dicari titiknya sedangkan penangkapan kepiting rajungan hanya ada di titik tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/nelayan-pagatan-besar-demo-ke-pemkab.jpg)