Menguak Cara Kerja Buzzer Medsos

Formasi ini Hanya Digunakan Buzzer untuk Melawan Isu Besar, Begini Cara Kerjanya

BAGAIMANA praktik kerja pada buzzer media sosial? Kus, seorang buzzer, ditemui Tribun Network di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Februari 2019

Formasi ini Hanya Digunakan Buzzer untuk Melawan Isu Besar, Begini Cara Kerjanya
BPost Cetak
BPost edisi cetak Jumat (22/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - BAGAIMANA praktik kerja pada buzzer media sosial? Kus, seorang buzzer, ditemui Tribun Network di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Februari 2019, buzzer tidak boleh keluar dari konten yang sudah dikirimkan tim pemenangan calon presiden.

Pun begitu, saat diserang kubu lawan di dunia maya.

Satu hal yang tidak banyak diketahui adalah formasi pesawat tempur.

Ia menjelaskan, formasi tersebut hanya akan dipakai saat melawan isu yang cukup penting.

Bukan isu hanya bermain di area kampanye negatif.

Baca: Jadwal Debat Capres Ketiga Pilpres 2019, Persiapan Cawapres KH Maruf Amin vs Sandiaga Uno

Baca: Pengakuan Pilu Luna Maya di Tengah Kabar Syahrini dan Reino Barack Menikah Hari Ini di Jepang

Baca: Ini Kelanjutan Hubungan Aaliyah Massaid dan Putra Bungsu Maia Estianty dan Ahmad Dhani, Dul Jaelani

Baca: Tangisan Denada Saat Jokowi & Iriana Jokowi Temui Shakira Aurum Usai Jenguk Istri SBY, Ani Yudhoyono

Baca: Pesan Ahmad Dhani ke Al Ghazali Saat Jenguk Suami Mulan Jameela, Maia Estianty Malah Posting Ini

"Ada yang namanya formasi pesawat tempur. Itu yang dipakai oleh buzzer. Pesawat yang di tengah ini akan menjadi pemimpinnya. Tapi ini biasanya hanya untuk isu besar. Mengungkap kasus atau skandal misalnya. Kalau yang biasa-biasa tidak perlu," kata Kus, yang bekerja untuk tim pemenangan salah satu calon presiden.

Formasi pesawat tempur, hanya digunakan oleh tim inti atau buzzer yang terbilang lebih senior.

Buzzer baru atau sering disebut tim remahan, hanya perlu menunggu perintah setelah tim lebih senior bekerja.

Kus menganalogkan, formasi berbentuk segitiga, buzzer yang berada paling luar akan melancarkan serangan terlebih dahulu.

Isu yang dibawa masih dalam kategori normatif hanya untuk menetralkan lini masa.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved