Menguak Cara Kerja Buzzer Medsos
Formasi ini Hanya Digunakan Buzzer untuk Melawan Isu Besar, Begini Cara Kerjanya
BAGAIMANA praktik kerja pada buzzer media sosial? Kus, seorang buzzer, ditemui Tribun Network di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Februari 2019
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - BAGAIMANA praktik kerja pada buzzer media sosial? Kus, seorang buzzer, ditemui Tribun Network di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Februari 2019, buzzer tidak boleh keluar dari konten yang sudah dikirimkan tim pemenangan calon presiden.
Pun begitu, saat diserang kubu lawan di dunia maya.
Satu hal yang tidak banyak diketahui adalah formasi pesawat tempur.
Ia menjelaskan, formasi tersebut hanya akan dipakai saat melawan isu yang cukup penting.
Bukan isu hanya bermain di area kampanye negatif.
Baca: Jadwal Debat Capres Ketiga Pilpres 2019, Persiapan Cawapres KH Maruf Amin vs Sandiaga Uno
Baca: Pengakuan Pilu Luna Maya di Tengah Kabar Syahrini dan Reino Barack Menikah Hari Ini di Jepang
Baca: Ini Kelanjutan Hubungan Aaliyah Massaid dan Putra Bungsu Maia Estianty dan Ahmad Dhani, Dul Jaelani
Baca: Tangisan Denada Saat Jokowi & Iriana Jokowi Temui Shakira Aurum Usai Jenguk Istri SBY, Ani Yudhoyono
Baca: Pesan Ahmad Dhani ke Al Ghazali Saat Jenguk Suami Mulan Jameela, Maia Estianty Malah Posting Ini
"Ada yang namanya formasi pesawat tempur. Itu yang dipakai oleh buzzer. Pesawat yang di tengah ini akan menjadi pemimpinnya. Tapi ini biasanya hanya untuk isu besar. Mengungkap kasus atau skandal misalnya. Kalau yang biasa-biasa tidak perlu," kata Kus, yang bekerja untuk tim pemenangan salah satu calon presiden.
Formasi pesawat tempur, hanya digunakan oleh tim inti atau buzzer yang terbilang lebih senior.
Buzzer baru atau sering disebut tim remahan, hanya perlu menunggu perintah setelah tim lebih senior bekerja.
Kus menganalogkan, formasi berbentuk segitiga, buzzer yang berada paling luar akan melancarkan serangan terlebih dahulu.
Isu yang dibawa masih dalam kategori normatif hanya untuk menetralkan lini masa.
"Berturut-turut, isunya akan lebih berat jika yang paling luar ini tidak berhasil bikin netral. Pesawat yang di tengah akan menjadi pengendali. Biasanya ini ketuanya," jelasnya.
Kus yang sudah berkutat di dunia Buzzer sejak 2012, tidak sulit untuk membedakan junior dan senior.
"Gampang kok. Kalau pas diserang balik, dia malah hajar personal, biasanya itu anak kemarin sore. Tapi kalau pas diserang balik, dia tetap debat dengan data dan segala macam, itu bisa saja senior yang turun," katanya.
Bagaimana isu dibentuk? Kus menjabarkan semua berawal dari tim pemenangan resmi masing-masing pasangan calon.
Dari mereka, konten yang harus disebar akan diteruskan ke bawah hingga tingkat Buzzer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bpost-edisi-cetak-jumat-2222019.jpg)