Kisah di Balik Sebuah Benda Sederhana yang Disebut Sapu
Berbicara tentang sampah, tidak bisa kita lepaskan dengan alat-alat untuk membersihkannya.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Indonesia baru saja memperingati hari peduli sampah nasional.
Berbicara tentang sampah, tidak bisa kita lepaskan dengan alat-alat untuk membersihkannya.
Salah satu alat yang tak bisa dipisahkan dari membersihkan sampah adalah sapu.
Sapu sekilas hanya alat sederhana.
Tapi jika kita kehilangan benda satu ini seringkali menyulitkan untuk membersihkan ruangan atau sekitar rumah.
Sayangnya, waktu penemuan sapu tidak pernah diketahui secara
Asal mula bundel ranting yang diikat pada tongkat telah ada sejak zaman kuno dan tertulis pada Alkitab Perjanjian Baru.
Baca: Pemeran Dilan 1991 Bareng Kang Emil Resmikan Groundbreaking Dilan Corner, Disini Tempatnya
Baca: Irish Bella Kegirangan Saat Ammar Zoni Pegang Buku, Mantan Ranty Maria ini Terlihat Serius
Baca: Terungkap! Ternyata Kursi Bagian Ini Lokasi Terburuk saat Naik Pesawat, Ini Fakta-faktanya
Baca: Maia Estianty Jawab Tuntutan Dul Jaelani Minta Jenguk Ahmad Dhani yang Tersangkut Ujaran Kebencian
Baca: Desainer ini Bawa Kemewahan ke Panggung Oscar 2019 dengan Untaian 41.000 Kristal Swarovski
Pada masa tersebut, sapu digunakan untuk menyapu abu dan bara api di sekitar perapian.
Tak hanya itu, referensi pertama tentang penyihir yang menaiki sapu terbang juga telah ada sejak tahun 1453.
Meski begitu, sapu modern baru ada sekitar tahun 1797.
Sapu modern pertama ini dibuat oleh Levi Dickinson, seorang petani di Massachusetts dari rumput berumbai (Sorghum vulgare) yang diikat pada tongkat.
Dia membuat sapu sebagai hadiah untuk istrinya yang akan membantu membersihkan rumah mereka.
Melihat keefektifan alat buatannya, Dickinson kemudian menjual sapu tersebut pada khalayak luas.
Dickinson dan putranya berhasil menjual ratusan sapu setiap tahun sejak 1800-an.
Melihat keberhasilan Dickinson menjual sapu, para petani mulai menanam rumput tersebut untuk dibuat sapu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/sapu.jpg)