Penutupan Jembatan Alalak

Jembatan Ditutup, PNS yang Bekerja di Kecamatan Tamban Terhindar Kemacetan karena Memilih Rute ini

Sedangan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Hardian menyatakan, sampai Selasa pagi belum ada PNS di Marabahan yang terpantau terlambat

Jembatan Ditutup, PNS yang Bekerja di Kecamatan Tamban Terhindar Kemacetan karena Memilih Rute ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Rabu (3/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sedangan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Hardian menyatakan, sampai Selasa pagi belum ada PNS di Marabahan yang terpantau terlambat karena penutupan Jembatan Sungai Alalak I.

“Ada anak buah saya yang tinggal di Banjarmasin. Dia justru masuk kerja pagi sekali,” katanya.

Untuk PNS Batola yang tinggal di Banjarmasin dan bekerja di Kecamatan Tamban dan Mekarsari, mereka tidak terpengaruh penutupan jembatan.

Itu karena mereka menyeberang sungai lewat Kuin Banjarmasin. 

“Sebagian PNS kami di Kecamatan Mekarsari dan Tamban yang tinggal di Banjarmasin memilih menyeberang sungai di Kuin agar terhindar macet,” katanya.

Baca: Ustadz Abdul Somad Digugat karena Pernyataan yang Diunggah Ketum PAN Zulkifli Hasan, Simak Isinya

Baca: Nikita Mirzani Jodohkan Billy Syahputra dengan Cewek Lain Saat Masih Pacari Hilda Vitria

Baca: Penutupan Jembatan Alalak, Pengendara Sampai Teriak Terjebak Antrean Menuju Banjarmasin

Kepala Dinas Perhubungan Batola, Syamsul Arifin mengaku sudah menerima informasi kemacetan pada pukul 07.00 sampai 09.00 Wita dan pukul 16.00 sampai 18.00 Wita di Jembatan Sungai Alalak II tembus Terminal Handil Bakti.

Dia sudah berbicara dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Batola Abdul Manaf.

Pemkab Batola akan melihat tren kemacetan sampai empat lima hari kedepan.

“Setelah lima hari, kami akan melalukan evaluasi dan memutuskan langkah selanjutnya,” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved