Penutupan Jembatan Alalak

Relawan Lalu Lintas Kewalahan Menegur Pengendara yang Melawan Arus

'Enggak bisa pak, enggak bisa!!!' teriak Andras, relawan pengatur lalu lintas di kawasan Jembatan Sungai Alalak II Kecamatan Banjarmasin Utara, Selasa

Relawan Lalu Lintas Kewalahan Menegur Pengendara yang Melawan Arus
BPost Cetak
BPost edisi cetak Rabu (3/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - 'Enggak bisa pak, enggak bisa!!!' teriak Andras, relawan pengatur lalu lintas di kawasan Jembatan Sungai Alalak II Kecamatan Banjarmasin Utara, Selasa (2/4) pagi.

Tak terhitung berapa kali Andras bersama rekannya, Tabri, melontarkannya kepada sejumlah pengendara yang berusaha melawan arus dari Jalan Cemara Ujung ke Jalan Perumnas Kota Banjarmasin.

Namun apa daya, Andras dan Tabri hanyalah relawan.

Teriakan pengatur lalu lintas yang bermodalkan rompi dan senter pengatur jalan tersebut kerap dianggap angin lalu oleh para pelanggar.

"Rumah saya di sini saja," ujar seorang pengendara sembari berlalu meninggalkan keduanya.

Baca: Penutupan Jembatan Alalak, Pengendara Sampai Teriak Terjebak Antrean Menuju Banjarmasin

Baca: Sahabat Luna Maya Bongkar Makna Cincin yang Dituding Mantan Reino Barack Sindir Syahrini

Baca: Pembuktian Kabar Syahrini Hamil Sebelum Nikahi Eks Luna Maya, Reino Barack Diungkap Sosok Ini

Baca: Ustadz Abdul Somad Digugat karena Pernyataan yang Diunggah Ketum PAN Zulkifli Hasan, Simak Isinya

Namun Andras dan Tabri tidak berkecil hati.

Mereka terus berusaha mengingatkan dan melarang pengendara agar tidak melawan arus.

Pengendara yang melawan arus itu cenderung memilih jalan pintas dari kawasan Cemara Ujung menuju Perumnas.

"Sebetulnya tujuan kami hanyalah ingin membantu. Kalau arus lalu lintas lancar, kan semua pengendara juga yang nyaman," ujar Andras saat ditemui lagi, kemarin siang.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved