Berita Banjarmasin

Abib Igal Dance Project Kolaborasikan Tarian Dayak Kalteng dan Tarian Dayak Bukit Kalsel

Tarian dayak Kalteng dikolaborasikan dengan tarian dayak bukit di Kalsel, Kamis malam dipentaskan di Gedung Balairungsari Taman Budaya Kalsel.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
(banjarmasinpost.co.id/frans)
Para penari dan kru dari Abil Igal Dance Project saat melakukan diskusi usai pementasan Konvergen. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tarian dayak Kalteng yang dikolaborasikan dengan tarian dayak bukit di Kalsel,  Kamis (4/3/2019) malam dipentaskan di Gedung Balairungsari Taman Budaya Kalsel.

Tarian dengan judul Konvergen tersebut dengan garapan kontemporer tersebut, dipentaskan dengan sangat apik oleh mereka yang tergabung dalam Abib Igal Dance Project.

Pementasan sendiri dibagi menjadi beberapa bagian, dan dibawakan oleh beberapa penari, bahkan juga pemain musik seperti sapeh hingga serunai.

Baca: Dua Jam, Polisi Ciduk Pengedar Sabu Asal Binuang dan  Pemakai Sabu Asal Sambungmakmur 

Baca: Kantor Imigrasi Banjarmasin Gagalkan TKI Non Prosedural, Tolak Usulan Paspor Mencurigakan

Baca: Jelang Ramadan, BI Rangkul Dinas Perdagangan dan Bulog Tekan Inflasi dan Pengendalian Harga 

Baca: Penolakan Halus Krisdayanti Pada Aurel Hermansyah dan Azriel Inginkan Ini, Karena Raul Lemos?

Penari sendiri sempat tampil mengenakan jas hujan, namun juga dilengkapi dengan gelang khas dayak yang menjadi salah satu sumber suara saat menari.

Sebelum Abib Igal Dance Project tampil, juga ada persembahan tarian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong.

Setelah dilakukan pementasan, acara sendiri dilanjutkan dengan diskusi dengan penonton kemudian juga kru yang terlibat, guna membahas tentang Konvergen yang dipentaskan.

"Pergelaran Apresiasi Seni ini memang bagian dari program Taman Budaya Kalsel. Dan ini berkaitan dengan budaya dayak baik itu yang berasal dari Kalteng maupun di Kalsel," ujar Kepala Taman Budaya Kalsel, Suharyanti.

Suharyanti pun menerangkan bahwa memang pementasan yang ditampilkan tersebut memang dengan garapan sedikit berbeda.

"Ini semacam karya baru, dan sebenarnya begitu banyak mengandung makna. Makanya dilakukan juga diskusi untuk bisa mengetahui apa saja maknanya. Dan semoga ini menjadi inspirasi bagi kita semua," jelasnya.

Baca: Habib dan Ulama Banua Anam Deklarasikan Dukung Prabowo-Sandi  

Baca: Setengah Jam Listrik Padam , UNBK SMAN 1 Tabunganen Sempat Terhenti 

Kepada wartawan, Abib Habibi Igal yang juga ikut menjadi penari saat itu menerangkan pementasan tersebut untuk membaca ulang salah satu seni budaya masyarakat dayak.

"Ini membaca ulang kemudian menginterpretasikan dan menyajikannya lebih kekinian. Dan ini memang perpaduan (kolaborasi, red) antara dayak Ma'anyan dan juga dayak Bukit. Dan riset materi dilakukan sekitar enam tahun, dan proses kreatifnya sekitar tiga sampai empat bulan," pungkasnya.(banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved