Penumpang Pesawat Menurun

Kenaikan Tiket Pesawat Meningkatkan Inflasi di Kalsel, TPID Akan Menerapkan Strategi ini

Ternyata tindakan sejumlah maskapai penerbangan menaikkan tarif meningkatkan inflasi di sejumlah daerah termasuk Kalsel.

Kenaikan Tiket Pesawat Meningkatkan Inflasi di Kalsel, TPID Akan Menerapkan Strategi ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Sabtu (6/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ternyata tindakan sejumlah maskapai penerbangan menaikkan tarif meningkatkan inflasi di sejumlah daerah termasuk Kalsel.

Artinya, secara sederhana, semua barang dan jasa makin mahal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, kemarin, pada Maret 2019 provinsi ini mengalami inflasi sebesar 0,25 persen. Kota Banjarmasin bahkan mengalami inflasi sebesar 0,27 persen.

“Komoditas yang mengalami kenaikan harga dan meningkatkan inflasi di Banjarmasin antara lain angkutan udara dan tarif rumah sakit. Penerbangan paling tinggi,” kata Kepala BPS Kalsel, Diah Utami, dalam siaran pers, Senin (1/4).

BPS juga merilis penurunan penumpang akibat tingginya harga tiket tidak hanya terjadi di Bandara Syamsudin Noor, tetapi juta di Bandara Gusti Syamsir Alam Kotabaru, Bandara Bersujud Batulicin dan Bandara Warukin Tanjung.

Terjadinya inflasi pada Maret 2019 di Kalsel tentunya menyedihkan.

Baca: Nada Merinding Lihat Ada Sosok Penunggu di Pohon Pisang dan Suara Ketukan di Tengah Malam

Baca: Pengakuan Krisdayanti Kecanduan Operasi Plastik, Ini Wajah Polos Ibu Aurel Hermansyah & Azriel

Baca: Begini Respon Luna Maya Ketika Ditanya Undangan Saat Pernikahan Reino Barack dan Syahrini

Baca: Ibnu Jamil Digugat Cerai Istri, Penyanyi Noura Aiska Dikabarkan Pernah Dekat Suami Ade Maya

Soalnya, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Selatan mencatat daerah ini mengalami deflasi sebesar 0,12 persen pada Februari.

Dapat dipastikan inflasi akan semakin tinggi karena sebentar lagi Ramadan dan Idulfitri.

Demi menekan inflasi, Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Kalsel Herawanto mengatakan tim pengendali inflasi daerah (TPID) akan menerapkan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

Dijelaskan dia, keterjangkauan harga meliputi stabilisasi harga dan pengelolaan permintaan khususnya di hari besar keagamaan nasional.
"Kami juga kampanye konsumsi daging ayam beku guna subtitusi daging segar," katanya dalam pertemuan bulanan BI bersama awak media, Kamis (4/4).

Kelancaran distribusi juga ditingkatkan.

“Intensitas koordinasi dan sinergi antarlembaga perlu ditingkatkan untuk memastikan ketercukupan suplai,” tandasnya.

Pentingnya koordinasi ini juga dikemukakan Kepala Dinas Perdagangan Kalsel H Birhasani pada pertemuan tersebut.

Sedangkan Kepala Bulog Divre Kalsel Akhmad Kholisun mengatakan pihaknya bakal meningkatkan distribusi kebutuhan pokok kerbagai berbagai wilayah hingga pelosok.

Upaya tersebut untuk memastikan ketersediaan barang dengan harga terjaga.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved