Berita Banjar
Setahun Hasanah Tahan Sakit Kanker Payudara, Kini Ia Terbaring Lemah di Rumah Sakit Ini
Sesekali lengan kanannya memegangi payudaranya yang membengkak kehitaman terbalut perban.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kedua bola mata Hasanah tampak sayu, kulit tubuhnya pun kian mengendur. Sesekali lengan kanannya memegangi payudaranya yang membengkak kehitaman terbalut perban.
"Sudah setahun ini saya merasakan sakit ini," ucap Hasanah, warga RT 03 Desa Simpangwarga, Kecamatan Aluhaluh Besar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (27/04/2019) siang.
Ditemui di Ruang Mutiara V, RS Ratu Zalecha (Raza) Martapura, ibu dua anak itu duduk lemah di bed. Di bangsal bedah tersebut, ia hanya ditemani sang suami, Imis. Tak ada pasien lain di ruangan tersebut. Satu bed lainnya kosong.
Baca: Diundang Disdik Ramah Tamah, Siswa Dua Sekolah Terpencil di Kotabaru Dapatkan Beasiswa
Baca: Bukan Tanggapi Ivan Gunawan, Ayu Ting Ting Bongkar Sifat Asli Pria Turki yang Mirip Shaheer Sheikh
Baca: Foto Malam Pertama Muzdalifah dan Fadel Islami di Ranjang Usai Menikah, Fadel & Mantan Nassar Mesra
Hasanah menuturkan berdasar diagnosa dokter, dirinya mengidap kanker payudara. Penyakit ganas itu menyerang payudara kirinya sejak setahun silam.
Ia mengaku tak tahu apa penyebab sehingga payudara kirinya terserang kanker. Pasalnya sebelumnya kondisi dirinya sehat dan tak mengalami gangguan kesehatan berarti.
Dirinya juga tak pernah menduga sakit yang ia rasakan di payudara kirinya ternyata adalah kanker. Selama ini ia tak pernah melakukan pengobatan karena keterbatasan keuangan.
"Kami ini orang tak punya. Saya cuma buruh tani. Darimana uangnya untuk berobat," ucap Imis.
Ia berharap sang istri bisa segera menjalani operasi. Dirinya tak tega melihat istrinya yang terus menerus menahan rasa sakit.
"Kadang terasa nyut-nyutan payudara kiri saya ini, sakit. Badan juga jadi sakit semua rasanya. Makan pun kurang selera karena lidah teras hanta (hambar)," ucap Hasanah.
Untuk menjaga stamina tubuhnya tetap stabil, petugas medis RS Raza memasanf infus di lengan kirinya. "Sudah banyak juga habisnya infusnya. Saya gak menghitung," tandas Imis.
Ia tak tahu kapan istrinya akan menjalani operasi, karena hingga Sabtu siang belum ada informasi dari dokter yang menangani sang istri.
"Dokter bedahnya belum datang, jadi ya belum tahu juga kami kapan pasien ini dioperasi," ucap salah seorang perawat yang berkunjung ke Ruang Mutiara V.
Nanatia, keponakan Hasanah, menuturkan awalnya tantenya itu dijadwalkan ditangani di RS Raza tanggal 29 April. "Cuma karena pecah duluan dan cairan darahnya keluar, jadi pada Rabu (24/4) langsung diantar ke RS Raza," sebutnya.
Kemalangan yang menimpa Hasanah mendapat perhatian kalangan pegiat sosial kemanusiaan. Info emergency Relawan Tersembunyi (IERT) Banjarmasin sejak beberapa hari lalu melakukan kunjungan.
Lebih dari itu mereka juga mulai intens melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu kelancaran operasi Hasanah. "Uluran tangan dermawan sangat diharapkan untuk membantu penaganan Bu Hasanah," ucap Rais, aktivis IERT.
Baca: Bukti Kehamilan Syahrini, Dari Tampilan di Atas Panggung & Bocoran Nama Calon Anak Reino Barack
Baca: Mohamed Salah Aktor Kemenangan Liverpool 5-0 Lawan Huddersfield, Juga Catat 3 Rekor Baru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/hasanah-terduduk-lemah-di-ruang-mutiara-v-rs-raza.jpg)