Berita Banjarmasin

Aksi Mahasiswa Poliban di Ajang Nasional Kontes Robot, Alfrey Bisa Bikin Robot Menari

Zaman semakin canggih. Dalam hal pekerjaan, terutama bidang industri, tenaga manusia sudah banyak digantikan robot.

Aksi Mahasiswa Poliban di Ajang Nasional Kontes Robot, Alfrey Bisa Bikin Robot Menari
HO/Poliban Banjarmasin
Uny raih juara umum kontes robot Indonesia regional-3 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Zaman semakin canggih. Dalam hal pekerjaan, terutama bidang industri, tenaga manusia sudah banyak digantikan robot. Ke depan bukan tak mungkin semua pekerjaan diambil alih mesin pintar ini.

Oleh karena itu generasi sekarang harus melek teknologi sehingga tak hanya berposisi sebagai user (pemakai), tapi lebih penting lagi menjadi kreator (pembuat) dan develepor (pengembang) teknologi.

Sebagaimana anak-anak muda yang berkuliah di jurusan elektronika, Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), mereka begitu semangat berkreasi dan berinovasi membuat robot. Andi Muhammad Alfery, contohnya. Semangatnya membuat robot berawal dari hobi. Setelah belajar di bangku kuliah, kemampuannya kian terasah.

"Di kampus mengasah ilmu robotika dan ada kesempatan membuat robot," ujarnya.

Apalagi ada Tim Robotic poliban yang menambah ketertarikan Alfery menggali ilmu robotika. Setiap tahun, robot-robot hasil rancang bangun mereka diikutsertakan pada Kontes Robot Indonesia (KRI) yang digelar Kemenristekdikti. Tahun ini kontes bertempat di Universitas Jendral Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jateng.

Baca: PTPN XIII Belum Bayar Dana Pensiunan, Pekerja Berharap Bantuan Gubernur dan DPRD Kalsel

Untuk lomba ini Alfery dan tim membuat robot sesuai rule Kemenristekdikti dan panitia KRI.
Kategori atau divisi kontes adalah KRAI (Kontes Robot ABU Indonesia), KRSBI-B (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia-Beroda), KRSTI (Kontes Robot Seni Tari Indonesia) dan KRPAI (Kontes Robot Pemadam API Indonesia).

KRAI melibatkan pertarungan dua tim robot. Tiap tim harus membuat robot manual dan otomatis. Robot otomatis harus didesain dapat bergerak dengan kaki. Bukan dengan roda seperti kontes sebelumnya. Poliban mengikuti divisi ini dengan tim Kayubi.

Sedangkan divisi KRSBI menggunakan teknologi tinggi yaitu kemampuan image processing yang harus menggunakan kamera dan komputer mini berteknologi canggih. Mikroporosessor harus dapat menghandle pergerakan robot. Selain itu, teknologi wireless yang digunakan untuk komunikasi antar robot dan juri. Tim Poliban mengikutsertakan tiga robot terdiri dua penyerang dan satu penjaga gawang dengan nama tim Sneijder.

Sementara divisi KRPAI, ada dua divisi yaitu beroda dan berkaki. Tim Poliban bernama B'yuku mengirimkan robot berkaki yang bergerak mengikuti labirin untuk mencari titik-titik api dan memadamkannya.

Tim Robotik Poliban menunjukkan robat hasil karya mereka
Tim Robotik Poliban menunjukkan robat hasil karya mereka (istimewa/Poliban Banjarmasin)

Adapun divisi KRSTI, robot yang dibuat harus menyerupai manusia yang dapat menari dan berjalan mengikuti alunan lagu. Adalah tim Al-Fath yang diturunkan pihak Poliban.

Baca: Humas PTPN XIII : Perusahaan Pernah Mencicil Hak Pekeja, Sejak 2106 Tak Mampu Bayar Lagi

Alfery yang juga tergabung sebagai tim inti KRSTI, menjelaskan, Tim Robotik Poliban menang selalu ikut kontes setiap tahunnya. "Mengenai keikutsertaan tahun ini telah didahului riset selama 4 bulan mulai September hingga Desember 2018 dan persiapan sejak Januari sampai Maret 2019," paparnya.

Pada akhir pekan tadi, Tim Robotic Poliban sudah bertarung di even Lomba Robot Kontes Regional 3 di Kampus Unsoed Purwokerto. Dua divisi berhasil lolos menjadi juara dan berhak untuk mengikuti Kontes Robot Nasional pada 19-23 Juni 2019 di Universitas Dian Nuswantoro,
Semarang. Tim yang berhasil lolos adalah KRAI dan KRSBI. KRAI Juara Harapan 1
KRSBI-B Juara 3 dan juga meraih gelar Tim Strategi Terbaik.

"Tim KRAI nantinya akan melakukan perombakan kembali agar pada saat kontes nasional bisa tampil sempurna dan untuk tim KRSBI juga akan memperbaiki lagi, baik dari segi mekanik dan programmnya agar di level nasional dapat kembali berjaya," jelas Alfery.

Sedangkan bagi Tim KRAI dan KRSBI jika berhasil juara di putaran nasional di Semarang, mereka akan berlaga ke tingkat internasional di Mongolia. (dea)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved