Cetak BPOST

Berharap Kebangkitan Liverpool

KENANGAN Liverpool pada final Liga Champions 2005 di Istanbul teringat kembali. Skuat Liverpool berharap kebangkitan timnya

Berharap Kebangkitan Liverpool
TWITTER.COM/CHAMPIONSLEAGUE
Penyerang Liverpool, Roberto Firmino, merayakan gol dengan rekan-rekannya dalam laga leg I babak perempat final Liga Champions kontra Porto di Stadion Anfield, 9 April 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID-KENANGAN Liverpool pada final Liga Champions 2005 di Istanbul teringat kembali. Skuat Liverpool berharap kebangkitan timnya setelah tertinggal 0-3 oleh Barcelona di semifinal Liga Champions.

Ada kesempatan selama 90 menit lagi bagi Liverpool untuk menghadapi Barcelona pada leg kedua Semifinal Liga Champions pada Kamis (9/5). Namun sebelum laga itu digelar, Liverpool harus menghadapi Newcastle Minggu (5/5).

James Milner teringat sejarah kebangkitan Liverpool di pentas sepak bola Eropa memberikan harapan untuk membalikkan keadaan melawan Barcelona. Meski diakuinya, akan sulit untuk mewujudkan mimpi itu di Anfield.

Baca: Refleksi Hardiknas 2019, Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan

Baca: Sabet Dua Gelar Liga Champions Musim Ini ?, Begini Peluang Barcelona

Baca: Diduga Mabuk, Penabrak Lari Dikerumuni Warga Jalan AMD Banjarmasin, Ini yang Terjadi Kemudian

Liverpool pernah punya kenangan indah pada final Liga Champions tahun 2005 di Istanbul. Di final saat itu, Liverpool menghadapI AC Milan. Mereka sempat tertinggal 0-3 pada babak pertama.

Pada babak kedua, mereka bisa membalas menjadi 3-3 dan memaksa laga dilanjutkan lewat adu penalti. Liverpool menjadi juara setelah menang adu penalti 3-2.

Lawan yang dihadapi Liverpool kini adalah Barcelona, Liverpool membutuhkan kemenangan monumental untuk menyelamatkan ambisi lolos final Liga Champions kedua berturut-turut setelah kalah 0-3 di leg pertama semifinal.

Jurgen Klopp memperingatkan agar tidak membuat prediksi muluk-muluk setelah itu, mengakui kegagalan untuk mencetak gol tandang memperkuat masalah Liverpool, dan para pemainnya sama-sama berhati-hati pada saat pemulihan.

Virgil van Dijk, bagaimanapun bersikeras: “Kami akan terus percaya”, dan Milner mengklaim kekuatan karakter Liverpool. Gelandang itu mengatakan tim Klopp juga akan menemukan inspirasi dalam menjaga reputasi klub meraih kesuksesan di kompetisi Eropa.

“Jelas itu mungkin. Jika mungkin di mana saja maka itu mungkin di Anfield. Kami telah melihat malam Eropa khusus di sana sebelumnya dan sebuah kebangkitan yang luar biasa,” kata Milner.

“Ini akan sangat sulit, kami tahu itu. Kami harus bangkit kembali dengan cepat dengan pertandingan besar di akhir pekan [di Newcastle pada hari Sabtu]. Semoga kita bisa mendapatkan hasil yang baik di sana dan mendapatkan sedikit positif untuk laga minggu depan,” katanya.

“Kami telah melihat karakter dalam skuat ini lebih dari satu kali selama beberapa tahun terakhir. Kita semua tahu karakter yang ada di sana, kita harus bersama dan bangkit kembali. Saya tidak ragu tim ini akan melakukan itu,” katanya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Persib Bandung vs Borneo FC di MNC TV, Babak 8 Besar Piala Indonesia 2019

Yang dihadapi Liverpool saat ini adalah Lionel Messi. Pemain yang tampil gemilang di Liga Champions sejauh ini. Mereka telah belajar dari kegagalan di Liga Champions musim lalu.

Juara Spanyol itu memiliki kenangan buruk di Liga Champions musim lalu. Mereka sempat unggul 4-1 dari Roma di perempat final musim lalu, kemudian tersingkir setelah kalah 0-3 di leg kedua.

Liverpool masih digayuti kekecewaan saat menghadapi Newcastle. Mereka ingin mempertahankan peluang gelar Liga Premier. “Kami mendekati akhir musim, tetapi kami masih punya tiga pertandingan tersisa,” kata kapten asal Skotlandia. (Tribunnews/mba)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved