Opini

Refleksi Hardiknas 2019, Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan

Terjadi semacam anomali dalam dunia pendidikan dan kebudayaan kita. Hal tersebut nampak dari belum tercapainya salah satu cita-cita luhur kemerdekaan

Refleksi Hardiknas 2019, Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan
Diskominfo Tabalong
Peringatan Hardiknas 2018 di Tanjung Tabalong di Halaman Pendopo Bersinar Tanjugn Tabalong, Rabu (2/5/2018). 

Oleh: Muh. Fajaruddin Atsnan MPd

Dosen STKIP PGRI Banjarmasin
Pemerhati Pendidikan

BANJARMASINPOST.CO.ID - Terjadi semacam anomali dalam dunia pendidikan dan kebudayaan kita. Hal tersebut nampak dari belum tercapainya salah satu cita-cita luhur kemerdekaan, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, dikarenakan masih banyak anak bangsa yang belum mencicipi pendidikan layak dan adil.

Meskpun data Kemdikbud mencatat ada siklus penurunan jumlah anak putus sekolah dalam 2 tahun terakhir, yakni di 2018 sebanyak 32.127 siswa, berkurang 27.939 siswa dari tahun 2016, tetapi belum semua pihak merasakan nikmat pendidikan.

Di sisi lain, di dunia kebudayaan, anomali juga tampak dari mudahnya budaya luar (asing) masuk ke dalam negeri dan kurangnya pengajaran budaya tradisional asli bumi pertiwi kepada generasi muda kita. Alhasil, tidak sedikit dari generasi muda kita, lebih paham seluk beluk budaya dan trend dari luar, ketimbang seluk beluk budaya daerahnya sendiri.

Tantangan Pendidikan dan Kebudayaan

Seiring dengan perkembangan dunia global yang begitu cepat, yang ditandai dengan menguatnya teknologi informasi tak jarang memunculkan masalah yang makin kompleks, sehingga perlu sesegeranya revitalisasi dunia pendidikan nasional.

Yaitu berupa penguatan pendidikan melalui transformasi pendidikan yang memprioritaskan pada metode pendidikan yang formal dan berbasis teori, menjadi pendidikan yang melebur secara langsung dengan budaya. Sehingga, antara pendidikan dan kebudayaan saling bersimbiosis mutualisme, untuk mengikis masalah yang muncul.

Baca: Jadwal MotoGP Spanyol 2019 Live Trans7, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo Tercepat di FP, Rossi Jeblok

Baca: LINK Live Streaming MNC TV! Jadwal & Prediksi Persib Bandung vs Borneo FC di Piala Indonesia

Baca: Dul Jaelani Tiba-tiba Duet Bareng Ari Lasso, Padahal Niatnya Mau Nonton Konser Dewa

Saat ini, pendidikan dan kebudayaan (kembali) menjadi isu strategis dan menjadi magnet pembicaraan masyarakat, khususnya pemerhati pendidikan dan kebudayaan, terutamanya pendidikan nasional kita yang masih tentatif, berubah-ubah belum menemukan roadmap yang terstruktur dengan rapi untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang diamanatkan Undang Undang. Sedangkan untuk kebudayaan, ada semacam kekhawatiran akan makin lunturnya budaya orisinil kita, sebagai dampak masuknya budaya asing yang kemudian menjadi trend di kalangan muda, sehingga mereka (kaum muda) justru tak begitu paham akan budaya daerahnya sendiri. Untuk mengompilasi keduanya agar menjadi suatu hubungan yang harmonis dan menguntungkan, maka perlu dimulai dengan menyelenggarakan pendidikan sesuai amanat Undang Undang.

Pertama, pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan, serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi HAM, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa. Semua warga negara punya kedudukan dan hak yang sama untuk mengeyam pendidikan, tanpa terkecuali.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved