Berita Kotabaru

Ditemukan Tewas, Semua Korban Tanah Longsor Pendulangan Emas Sungai Durian Dijemput Keluarga

Korban pendulang emas di Banian tepatnya di Desa Buluh Kuning Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru, semuanya telah berhasil ditemukan.

Ditemukan Tewas, Semua Korban Tanah Longsor Pendulangan Emas Sungai Durian Dijemput Keluarga
Dari BPBD Kotabaru Untuk BPost
Evakuasi korban longsor pertambangan emas di Sungai Durian 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Korban pendulang emas di Banian tepatnya di Desa Buluh Kuning Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru,  semuanya telah berhasil ditemukan.

Korban longsor yang menimpa para pendulang emas ini pada Sabtu (3/5/19) sekitar pukul 13.30 wita, berjumlah empat orang.

Semuanya berhasil ditemukan setelah warga sekitar dan aparat desa di Kecamatan Sungai Durian Kotabaru dan Koramil melakukan pencarian.

Baca: Jadwal Buka Puasa Hari Ini, Senin (6/5) Ramadhan 1440 H untuk Jakarta, Surabaya, Bandung dan Lainnya

Baca: Gubernur Sugianto Paparan Kesiapan Kalteng Jadi Ibu Kota NKRI di Jakarta, Ini 4 Kelebihan Kalteng

Baca: Pengunjung Pameran Pembangunan Selalu Ramai, Tingkatkan Pendapatan UMKM

Saat kejadian pada Sabtu, satu korban bisa langsung ditemukan sementara tiga orang lainnya baru bisa ditemukan pada Minggu (5/5/19) siang.

Data BPBD Kotabaru, 3 orang yang ditemukan sehari setelah kejadian yakni Tatung (40) warga Kecamatan Pandahan Kabupaten Tapin ditemukan pada pukul 13.30 wita.

Sementara Misdi (35) warga Satui Kabupaten Tanahbumbu ditemukan pukul 11.45 wita dan Ali (30) warga Kecamatan Bungur Kabupten Tapin ditemukan pukul 12.30 wita.

Camat Sungai Durian, Hasbiyanta Sudur, Senin (6/5/19) melalui telepon selulernya, mengatakan peristiwa tanah longsor di area pendulangan emas itu kini semua korbannya sudah dievakuasi. Bahkan pihak keluarga juga sudah menjemput.

"Semua korbannya sudah dijemput keluarganya satu persatu. Hari ini semuanya sudah dijemput untuk dibawa ke kampung halaman masing-masing, " kata Hasbiyanta saat dihubungi.

Dia juga mengatakan, jarak dari kecamatan ke lokasi tersebut cukup jauh yakni 40 km. Bisa menempuh sepeda motor, namun setelah itu jalan kaki menuju lokasi pendulangam emas.

"Terkait tindakan dari Kecamatan, itu bukan ranah kami karena itu dari Pemerintah daerah Kotabaru. Setelah itu, kami tinggal menunggu tindakan dari Pemerintah Daerah yang menangani, kami sudah melaporkan keadaannya, " katanya.

Baca: Bahaya Gibah di Bulan Ramadhan, Batalkah Puasanya? Simak Penjelasannya

Baca: Segelas Susu Saat Sahur, Rasakan Manfaatnya Selama Berpuasa Seharian

Ditanya, soal itu pertambangan rakyat? Dia mengatakan juga tak bisa dikatakan sebagai tambang rakyat karena tidak memiliki izin dan rata-rata pekerjanya banyak dari luar daerah termasuk semua korban tanah longsor yang bukan warga Kotabaru.

"Cuma tambang emas itu sudah ada berpuluh-puluh tahun disana. Kalau ditanya ilegal, ya bisa jadi karena tidak ada izinnya, " katanya. (Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved