Breaking News

Berita Kabupaten Banjar

Pemuda Banjar Belajar Mandikan Jenazah, Begini Keseruannya

Kalangan pemuda di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), serius mengikuti pelatihan penyelenggaraan jenazah

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Kalangan pemuda Kecamatan Martapura antusias mengikuti pelatihan penyelenggaraan jenazah, Rabu (08/05/2019) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kalangan pemuda di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), serius mengikuti pelatihan penyelenggaraan jenazah, Rabu (08/05/2019) pagi.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banjar itu diikuti 25 orang peserta (laki-laki dan perempuan).

Mereka adalah perwakilan dari berbagai organisasi seperti PMII, IPNU, dan KNPI.

Kegiatan yang digelar mulai pukul 10.00 Wita hingga menjelang waktu zuhur di aula kantor Dispora Banjar itu berlangsung seriun namun juga seru.

Pasalnya, peserta cukup aktif bertanya kepada pembimbing yakni Guru Ahmad.

Begitu juga dengan peserta perempuan di ruangan lainnya yang dipandu atau dimbimbing oleh Hilal Liani (guru agama).

Mereka juga sangat antusias.

Baca: Tak Datang ke Dinner Pernikahan Syahrini-Reino Barack, Ivan Gunawan Ditelponi Ayu Ting Ting Tapi?

Baca: Obrolan Calon Mantu Maia Estianty dan Ahmad Dhani, Dul Jaelani dan Aaliyah Massaid Nikah Duluan?

Baca: Mengenal Nabila Abdul Rahim Bayan, Juri Cantik Hafiz Indonesia 2019 di RCTI, Hafal 30 Juz Alquran

Baca: Spider-Man: Far From Home, Misi Berat Peter Parker Bersama Sekutu Baru

Kadispora Banjar Rahmat Dani dan Lurah Martapura Gusti Marhusin serta jajaran pejabat Dispora setempat juga antusias menyimak paparan Guru Ahmad yang mengupas tentang tata cara memandikan hingga mengafani jenazah.

"Bahan yang harus disiapkan yakni air sabun satu ember besar, air bersih sebanyak-banyaknya, dan satu ember air berkapur barus," sebut Guru Ahmad.

Ia menuturkan cara memandikan jenazah lebih utama jika dipangku oleh keluarga (ahli waris).

Lalu dimandikan hingga bersih menggunakan bahan-bahan tersebut.

"Harus bersih semua bagian tubuh, termasuk di area lipatan hingga bagian anus serta kelamin. Khusus di area kelamin membersihkannya harus dalam kondisi tertutup kain dan yang melakukannya adalah ahli warisnya," beber Guru Ahmad.

Setelah dipastikan bersih, tahap selanjutnya yakni mewudhukan jenazah lalu mandi sembilan.

Salah seorang peserta menanyakan bagaimana jika jenazah belum khitan.

Guru Ahmad menjelaskan dalam hal seperti itu maka jenazah mesti tayamumkan, sebelum atau setelah dimandikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved