Kebiasaan Warga Membuang Kucing

Kantor Ini Jadi Langganan Warga Buang Kucing

Lokasi tempat pembuangan kucing justru adalah kantor instansi vertikal atau perwakilan Kementerian.

Kantor Ini Jadi Langganan Warga Buang Kucing
Banjarmasinpost.co.id/milna sari
Larangan membuang kucing di kawasan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Pelaihari di Desa Sungai Jelai Kecamatan Tambang Ulang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Jika biasanya kebanyakan orang membuang kucing ke pasar atau daerah keramaian, berbeda dengan diTanah Laut.

Warga memilih membuang kucing ke kawasan Desa Sungai Jelai Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan. Lokasi tempat pembuangan kucing justru adalah kantor instansi vertikal atau perwakilan Kementerian.

Seringnya, warga membuang kucing ke kantor tersebut membuat mereka membuat pemberitahuan papan larangan membuang kucing yang dipasang di depan pagar kantor. Tak tanggung-tanggung dua papan larangan dipasang untuk memperingati warga.

Kantor Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Pelaihari memasang dua papan larangan dengan latar merah yang melarang keras warga membuang kucing ke kawasan kantornya.

Terpantau Banjarmasinpost.co.id pada awalnya papan larangan hanya dipasang satu yaitu dibagikan kiri kantor, namun kembali ditambah di bagian kanan kantor.

Baca: Lama Tak Manggung Pasca Hengkang, Momo Geisha Sumbangkan Suara untuk Indonesia Damai

Baca: Tampil Memukau di Liga Inggris dan Champions, Liverpool Masih Harus Lengkapi Pelapis di 3 Posisi Ini

Baca: Hoby Berkuda, Ustadz Arifin Ilham Sampaikan Olahraga Berkuda Sunah Rasul

Kasubag TU BPTU HPT Pelaihari, Any Sukensi, Jumat (24/5/2019) mengaku memang sengaja menambah lagi papan larangan dipasang di depan pagar agar warga bisa dengan jelas membaca dan memantuhi.

"Iya kita tambah lagi, supaya benar-benar tak ada lagi yang buang kucing di sini," ujarnya.

Diketahui sudah sekitar sebulan papan larangan membuang kucing itu dipasang. Hal itu menjadi pemandangan menarik saat melintas di kantor yang terletak di Jalan A Yani tersebut.

Terlebih kawasan itu adalah kawasan yang tergolong sepi karena merupakan kawasan perkantoran dan agrowisata.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved