Ramadhan 1440 H

I'tikaf Untuk Berburu Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadhan Menurut Ustadz Khalid Basalamah

Simak ceramah Ustadz Khalid Basalamah tentang I'tikaf Untuk berburu Lailatul Qadar di 10 Malam terakhir Ramadhan 1440 H.

I'tikaf Untuk Berburu Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadhan Menurut Ustadz Khalid Basalamah
banjarmasinpost.co.id/www.arrahmah.com
Ilustrasi 

" Artinya saat ibu bapak mengucapkan subhanallah saja di malam qadar, sama artinya sudah mengucapkannya selama 83 tahun 4 bulan. Umur manusia pun belum tentu sampai segitu," tambahnya.

"Nah jadi, apapun ibadah yang kita kerjakan, pahalanya diganjar setara itu.(sebanyak 83 tahun 4 bulan," jelas sang ustadz.

Lalu kapan lailatul qadar terjadi?

" Kata Rasulallah, Lailatul qadar terjadi di malam ganjil sepuluh hari terakhir ramadhan, dan sering kali terjadi di malam ke-27. Artinya tidak selalu malam 27 ya," ujar ustadz Khalid.

Apa saja yang dilakukan Nabi Muhammad di malam itu?

Dalam sebuah riwayat dikatakan:

" Rasulullah SAW mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ-أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ - مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya, “Dari Aisyah RA, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW ketika masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan, mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya,” .

Artinya mengencangkan di hadits itu, Nabi Muhammad lebih kuat lagi beribadah dibanding sebelum-sebelumnya.

Halaman
1234
Penulis: Noor Masrida
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved