Melihat Makam Datu Sanggul di Tapin

Hidupnya Sezaman Datu Kalampayan, Miliki Karomah Sehingga Salat Jumat di Masjid Makkah

Datu Sanggul adalah gelar yang disematkan warga masyarakat di Desa Tatakan kepada ulama semasa hidupnya. Datu Sanggul bernama asli Abdussamad.

Hidupnya Sezaman Datu Kalampayan, Miliki Karomah Sehingga Salat Jumat di Masjid Makkah
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Makam Datu Sanggul di Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Datu Sanggul adalah gelar yang disematkan warga masyarakat di Desa Tatakan kepada ulama semasa hidupnya. Datu Sanggul bernama asli Abdussamad.

Kebiasaan siang hari berburu di hutan belantara dengan cara menyanggul dan malam harinya, apabila 20 Ramadhan, beribadat semalaman menunggu Lailatul Qadar.

"Beliau bukan warga Desa Tatakan. Ia adalah pendatang dari Palembang, Pulau Sumatera. Datu Sanggul ini bersaudara angkat dengan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari," ujar H Ariansyah, tokoh Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Jumat (31/5/2019).

Menurut H Ariansyah, Datu Sanggul ini terkenal memiliki ilmu agama yang tinggi dan punya karomah, yaitu salat Jumat di Masjid Makkah.

Baca: Dahulu Hutan Belantara, 2010 Makam Datu Sanggul Dipadati Peziarah, Ini Kelengkapan Fasilitasnya

Baca: Disaat 6 Pembalap MotoGP Tebak Skor Tottenham Vs Liverpool Final Liga Champions, Rossi Pro Mo Salah!

Baca: Nasib Cinta Laura Perihal Ikut Puteri Indonesia Pasca Potret Tak Senonoh Tersebar Oleh Pacar

"Saksinya bertemu dengan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Masjidil Haram Makkah setiap Jumat. Syekh Arsyad menguji kalau Datu Sanggul rumah Banua.

"Pelan depan, Datu Sanggul membawakan oleh-oleh berupa buah durian khas banua untuk syekh Arsyad Al Banjari hingga persuadaraan terjalin," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved