Idul Fitri 2019

Amalan Sunnah Sebelum Sholat Ied Idul Fitri 1440 H yang Dicontohkan Rasulullah SAW

Amalan Sunnah Sebelum sholat Ied Idul Fitri 1440 yang Dicontohkan Rasulullah SAW

Amalan Sunnah Sebelum Sholat Ied Idul Fitri 1440 H yang Dicontohkan Rasulullah SAW
Instagram cureclinic
Idul Fitri 2019 

Alasan yang menjadi sebab disunnahkannya mandi pada hari Jumat dan atau kesempatan lainnya saat kaum muslimin berkumpul secara umum, juga terdapat pada shalat Id, bahkan boleh jadi pada sholat Idul Fitri alasan itu lebih kuat.

Salat idul Fitri 1439 Hijriyah berlangsung di berbagai tempat, di Banjarbaru ada beberapa titik lokasi Salat yang dihadiri kepala daerah, Jumat (15/6).
Salat idul Fitri 1439 Hijriyah berlangsung di berbagai tempat, di Banjarbaru ada beberapa titik lokasi Salat yang dihadiri kepala daerah, Jumat (15/6). (nia kurniawan)

2. Makan Sebelum Sholat Idul Fitri

Salah satu sunah di hari Idul Fitri adalah tidak berangkat sholat sebelum memakan beberapa butir kurma.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Sahabat Anas bin Malik, dia berkata, ‘Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak berangkat pada hari Idul Fitri sebelum memakan beberapa butir kurma, dan dia memakannya dengan jumlah ganjil.” (HR. Bukhari)

Tak harus kurma, hendaknya umat Muslim yang hendak sholat Ied harus memakan sesuatu untuk mengisi perut.

3. Bertakbir di Hari Idul Fitri Lebih Keras dari pada Idul Adha

Ini termasuk sunah yang agung pada hari Ied, berdasarkan firman Allah Ta’ala,

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185).

Dari Walid bin Muslim dia berkata, ‘Aku bertanya kepada Al-Auzai dan Malik bin Anas tentang mengeraskan takbir pada dua Hari Raya.’ Mereka berdua menjawab, ‘Ya, dahulu Ibnu Umar mengeraskan takbir pada hari Idul Fitri hingga imam datang.”

Terdapat riwayat shahih dari Abu Abdurrahman As-Silmi, dia berkata, ‘Mereka para hari Idul Fitri lebih keras dibanding Idul Adha) Waki’ berkata, ‘Yang dimaksud (keras) adalah bertakbir.’ (Lihat Irwa’ul Ghalil 3/122).

Halaman
1234
Penulis: Noor Masrida
Editor: Restudia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved