Ekonomi dan Bisnis

Sempat Vakum Karena Bahan Baku Sulit Didapat, Abon Bu Anton Kembali di Produksi

Abon Bu Anton yang diproduksi Ibu dan Bapak Anton sempat alami vakum sementara. Produksi terhenti karena bahan baku sulit didapatkan.

Sempat Vakum Karena Bahan Baku Sulit Didapat, Abon Bu Anton Kembali di Produksi
banjarmasinpost.co.id/mariana
Produk Abon Bu Anton kembali diproduksi, dipasarkan mulai harga Rp 22.000-32.000 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Abon Bu Anton yang diproduksi Ibu dan Bapak Anton sempat alami vakum sementara. Produksi terhenti karena bahan baku sulit didapatkan.

Ibu Anton yang merupakan anggota Hipmikindo mengatakan, bahan baku abon berupa ikan gabus atau di Kalimantan Selatan lebih dikenal dengan ikan haruan sempat kosong.

"Kami membeli ikan haruan di pasar tradisional langganan kami, selama satu bulan lebih ikan haruannya kosong, kalaupun ada kecil-kecil sekali susah untuk diolah atau diproduksi," ujar wanita bernama lengkap Fransisca Chandrawati Oedi kepada Banjarmasinpost co.id.

Saat ini stok ikan haruan di pasar langganannya sudah normal namun ukuran ikan masih belum ada yang besar, masih didominasi ukuran sedang hingga kecil. Kendati demikian dia pun kembali memproduksi abon tersebut.

Hal tersebut mengingat pelanggan loyal sudah menanti kemasan abon untuk dikonsumsi, walaupun diakuinya cukup sulit untuk membersihkan daging dari tulang karena ukuran ikan relatif kecil.

"Sebelumnya kami selalu produksi 40 kg per hari, tapi saat ini baru 35 kg, karena waktu tidak memungkinkan sampai 40 kg membersihkannya agak susah," imbuhnya.

Selain abon ikan haruan, Ibu Anton berencana membuat abon ayam sebagai alternatif ikan haruan yang sulit didapat. Sejumlah persiapan telah dilakukan, di antaranya sudah menyiapkan desain logo kemasan dan mengurus izin ke Dinas Kesehatan Kalsel.

Produk abon ikan haruan Bu Anton 50 gram dipatok Rp Rp 32.000, sedangkan abon ikan haruan 50 gram merk Bunda seharga Rp 22.000. Selain abon ada pula Produk sambal goreng dari ikan tenggiri 60 gram ada varian original dan pedas dibanderol Rp 22.500.

Selain menerima pesanan hingga luar negeri, abon dan sambal goreng dipasarkan melalui toko oleh-oleh dan minimarket yang tersebar di Banjarmasin dan Surabaya.

"Di Banjarmasin kami titip di Toko Andalas, Galuh, Eva Minimarket, Patin Bakar, Bubur Ayam Cempaka, Nona Prasmanan, Soto Bang Amat, Rumah Makan Anggrek Bulan, Toko Roti Varia Rasa, juga titip di supermarket Banjarbaru dan Bandara," ujarnya.

Di Surabaya, produk tersebut dipasarkan di Depot Bu Rudi, di Jalan Anjasmoro dan Jalan Raya Kupang Indah, di RM Soto Banjar di Jalan ahmad jaiz, dan RM Banjar Bamara Jalan Raya Purwodadi. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved