Pilpres 2019

BPN Minta Ruang Bertirai Hitam, 30 Saksi Prabowo-Sandi Minta Jaminan Keamanan Bersaksi di MK

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan terdapat kurang lebih 30 orang yang akan memberikan kesaksian pada persidangan.

BPN Minta Ruang Bertirai Hitam, 30 Saksi Prabowo-Sandi Minta Jaminan Keamanan Bersaksi di MK
(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Andre Rosiade saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi meminta kepada Mahkamah Konstitusi ( MK) untuk melibatkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melindungi para saksi dan ahli yang akan dihadirkan dalam persidangan sengketa Pemilu Presiden 2019.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan terdapat kurang lebih 30 orang yang akan memberikan kesaksian pada persidangan.

Mereka menurutnya meminta jaminan keamanan kepada tim hukum Prabowo-Sandi sebelum memberikan kesaksian.

“Setidaknya hingga saat ini sudah ada lebih kurang 30 saksi yang bersedia membongkar bukti kecurangan Pilpres 2019. Namun, mereka yang berasal dari sejumlah daerah di Tanah Air ini meminta jaminan keselamatan sebelum, saat, dan sesudah datang ke MK untuk bersaksi,” kata Andre, Minggu(16/6/2019).

Dengan meminta keterlibatan LPSK, menurut Andre, nantinya para saksi dapat memberikan kesaksian dengan aman. Misalnya bersaksi dari jarak jauh menggunakan teleconference, berbicara di ruangan bertirai hitam untuk menyamarkan lokasi saksi. “Hingga menyamarkan sejumlah informasi tentang saksi demi keselamatan pribadi,” katanya.

Baca: BPN Minta LPSK Juga Berikan Perlindungan Hakim MK yang Sidangkan Perkara Sengketa Pilpres 2019

Baca: 30 Saksi Prabowo-Sandi Minta Jaminan Keamanan, BPN: Keterlibatan LPSK Diperlukan

Tim Hukum Prabowo-Sandi juga meminta LPSK melindungi para hakim MK yang bertugas mengadili sengketa Pemilu Presiden 2019. Sehingga menurutnya para hakim tidak mendapat intervensi dari pihak luar saat mengadili perkara.

Dia menuturkan tim kuasa hukum BPN juga akan menyurati MK untuk meminta restu keterlibatan LPSK.
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily mempersilakan tim hukum 02 untuk menghadirkan saksi-saksi dan bukti dalam persidangan.

“Justru itu yang seharusnya mereka hadirkan, bukan narasi-narasi kecurangan tapi miskin bukti. Kan selama ini BPN selalu mendramitisasi adanya kecurangan tapi tanpa didukung oleh fakta,” ujar Ace.

Menurut ketua DPP Partai Golkar itu, tidak perlu tim hukum Prabowo-Sandiaga mendramatisir dengan berbicara mengenai perlindungan saksi.

“Ini seakan-akan kami akan melakukan sesuatu terhadap saksi mereka. Saksi-saksi mereka tidak akan kami apa-apakan. Ingat, saksi itu memberikan kesaksian di bawah sumpah atas nama Tuhan,” tegasnya.

Baca: BPN Sebut 30 Saksi Prabowo-Sandi di Persidangan Sengketa Pilpres 2019 MK Minta Jaminan Keamanan

Baca: Tanggapan Arief Budiman Soal BPN Prabowo-Sandiaga Minta Para Komisioner KPU Diberhentikan

Juru bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono mengomentari langkah tim hukum Prabowo-Sandiaga yang ingin menyurati MK agar para saksinya mendapat perlindungan LPSK.

“Itu tergantung pada keputusan majelis hakim,” ujar Fajar.

Dalam persidangan yang digelar MK, hakim berwenang untuk memerintahkan lembaga tertentu demi kelancaran sidang.

“Untuk kelancaran persidangan, demi persidangan yang terbuka, mungkin saja majelis hakim memerintahkan pihak tertentu untuk melakukan hal tertentu,” ujar Fajar.(Tribun Network/fik/kps/wly)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved