Yayasan Adaro Bangun Negeri

Berjuang Menjaga Stabilitas Harga Karet

Sejalan dengan pemikiran petani, Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) melalui bidang pengembangan ekonomi masyarakatnya kemudian merangkul Jaini

Editor: Royan Naimi
yabn
YABN melakukan program pendampingan yang berkelanjutan dan melaksanakan pelatihan mengenai budidaya karet unggul kepada seluruh petani binaan. 

Sehingga hasil yang diharapkan pun tidak sesuai dengan keinginan mereka.

Saat ini Jaini telah diangkat menjadi PPL swadaya oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong.
Saat ini Jaini telah diangkat menjadi PPL swadaya oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong. (yabn)

Untuk mewujudkan hal tersebut, YABN melakukan program pendampingan yang berkelanjutan dan melaksanakan pelatihan mengenai budidaya karet unggul kepada seluruh petani binaan.

Pendampingan intens kepada petani maupun pelatihan yang dilaksanakan oleh YABN kepada petani binaan, mampu mengubah pola pikir dan kesadaran petani untuk memanfaatkan kesempatan yang ada agar berbuah keberhasilan. Sehingga nantinya petani binaan YABN dapat menjadi contoh/panutan bagi petani lain.

Jaini merupakan salah satu bukti keberhasilan pendampingan yang dilakukan oleh YABN.

Bersama petani binaan yang berada di Kab. Tabalong khususnya di Kec. Muara Uya, Jaini banyak belajar dan aktif untuk mengikuti kegiatan pelatihan mengenai budidaya karet uggul baik yang dilaksanakan oleh YABN maupun dari Pemerintah daerah. 

Keberhasilan dalam melaksanakan program KKU juga dilakukan oleh Usuf, petani yang berasal dari Desa Bata Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan.
Keberhasilan dalam melaksanakan program KKU juga dilakukan oleh Usuf, petani yang berasal dari Desa Bata Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan. (yabn)

Pengetahuan mengenai budidaya karet unggul yang didapat oleh Jaini, ditularkan kepada petani lain disekitar desanya. Berkat keberhasilannya tersebut, saat ini Jaini telah diangkat menjadi PPL swadaya oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kec. Muara Uya.

Keberhasilan dalam melaksanakan program KKU juga dilakukan oleh Usuf, petani yang berasal dari Desa Bata Kec. Juai Kab.Balangan.

Sejak menjalankan program pengembangan KKU tahun 2012, Usuf telah berhasil melakukan budidaya karet unggul seluas 1 hektare miliknya. Berkat keberhasilannya tersebut Usuf sering diminta untuk mendampingi petani lain di desanya dalam melakukan budidaya karet. 

Proses hasil kondensasi pengembunan asap untuk menjadi asap cair.
Proses hasil kondensasi pengembunan asap untuk menjadi asap cair. (yabn)

Tepatnya di Tahun 2015, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) kabupaten Balangan memintanya untuk bergabung pada bidang perkebunan.

Hal ini berdasarkan pengalamanya yang mampu menginspirasi petani dan pengalaman dalam melakukan budidaya tanaman karet unggul.

Sejak tahun 2012 Jaini dan Usuf masuk dalam penjaringan calon petani binaan khususnya pada program KKU YABN, dengan memberikan bantuan bibit karet unggul dan saprodi serta pendampingan dalam hal budidaya karet.

Awalnya sempat ragu dengan bibit karet unggul, karena selama ini kami melakukan budidaya karet dengan menggunakan bibit lokal atau bibit kampung ujar orang. Namun setelah kami rawat hingga panen, lateks yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan dengan bibit lokal ungkap Usuf.

Keberhasilan program KKU oleh YABN tentunya tidak diraih begitu saja, dalam perjalanannya banyak lika-liku  yang dihadapi nya tidak didapat, mulai dari keraguan petani terhadap klon bibit karet unggul dan sulitnya merubah pola pikir masyarakat baik dalam hal budidaya ataupun pengolahan hasil. 

Anakan karet yang disiapkan untuk ditanam.
Anakan karet yang disiapkan untuk ditanam. (yabn)

Namun, melalui program program pemberdayaan yang dilakukan oleh YABN, kendala tersebut berhasil diatasi dengan cara melibatkan petani sebagai PPL Swadaya. Melalui PPL swadaya, semua informasi program dan keberhasilan program akan disampaikan kepada petani binaan lain.

Terutama untuk melakukan sosialisasi kepada akan bibit karet unggul dan merubah kebiasaan penggunaan pupuk sebagai pembeku karet dan menggantinya dengan pembeku yang dianjurkan dalam hal ini asap cair.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved