Berita Banjarbaru
Gelar Multi Stakeholder Forum, PLN Ajak Stakeholder Jadikan Kalimantan Kian Benderang
PLN Kalselteng menggelar acara Multi Stakeholder Forum 2019 di Ballroom Hotel Novotel Banjarmasin Airport, Senin (24/6/2019).
Penulis: Sofyar Redhani | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UIW Kalselteng) bersama dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Kalimantan dan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Tengah menggelar acara Multi Stakeholder Forum 2019 di Ballroom Hotel Novotel Banjarmasin Airport, Senin (24/6/2019).
Acara yang bertajuk ‘Sinergi PLN Menuju Kalimantan Kian Benderang’ ini melibatkan stakeholder utama PLN yang meliputi Instansi Pemerintahan Provinsi, Kabupaten dan Kota, Mitra Kerja dan perwakilan Pelanggan.
Direktur Bisnis PLN Regional Kalimantan, Machnizon Masri mengatakan tujuan dari Multi Stakeholder Forum adalah guna membahas isu strategis yang dihadapi PLN saat ini serta menjadi media untuk menerima feedback dari stakeholder berupa kritik dan saran terhadap pelayanan yang sudah diberikan PLN.
“Melalui Multi Stakeholder Forum ini kami ingin menyampaikan isu di PLN saat ini yang perlu diketahui oleh Stakeholder dan melalui kegiatan ini pun kami ingin menerima feedback sebanyak mungkin dari Pelanggan, sebagai koreksi guna perbaikan layanan PLN ke depan," ungkap Machnizon.
Baca: Kodim Banjarmasin Bangun Jalan ke Kuin Kecil, Begini Reaksi Gembira Warga Sambut TMMD ke-105
Baca: Ini Sosok Cewek Berlari Ke Lapangan dan Memeluk Jacksen saat Barito vs Kalteng Putra, Ini Alasannya
Baca: Satu Minggu Ungkap Puluhan Kasus Narkoba, Ditnarkoba Polda Kalsel Sita 132 Gram Sabu
Baca: Revisi Tata Ruang dan Optimalkan Potensi Daerah, Pemkab Balangan MoU dengan Universitas Brawijaya
Dalam acara Multi Stakeholder Forum 2019 Machnizon menyampaikan beberapa informasi terkait upaya PLN dalam meningkatkan keandalan suplai listrik untuk Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Selain menjelaskan kondisi kelistrikan yang saat ini sudah memiliki cadangan daya lebih dari 300 Mega Watt (MW), Machnizon mengatakan PLN akan terus menambah jumlah Pembangkit di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sampai 2028.
“Sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PLN Tahun 2019 sampai dengan Tahun 2028, di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah akan ada tambahan pembangkit. Baik Pembangkit PLN maupun Pembangkit IPP akan dibangun secara bertahap, hal itu bertujuan untuk meningkatkan cadangan daya listrik rata-rata 900 Mega Watt per tahun atau setara dengan 45 persen dari kebutuhan beban puncak pelanggan," ungkap dia.
Lebih lanjut Machnizon mengatakan guna memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mendapatkan energi listrik (ease of Getting Electricity), PLN memiliki sebuah program unggulan bernama Program Layanan Satu Pintu. Program tersebut merupakan integrasi layanan dari 3 institusi, yaitu PLN, Lembaga Inspeksi Teknik, dan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.
Melalui Program tersebut, PLN memberikan kemudahan kepada Konsumen/Calon Konsumen dalam pelayanan penyediaan ketenagalistrikan, seperti proses Pasang Baru/Tambah Daya Listrik, sekaligus pengurusan Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk pemasangan instalasi kelistrikan di dalam bangunan.
“Kemudahan yang kami berikan kepada Pelanggan dengan terobosan Layanan Satu Pintu adalah Prosedur yang Praktis dan tidak rumit, Jaminan Waktu Layanan sesuai dengan SLA, serta Keringanan biaya melalui sarana cicilan biaya Penyambungan Baru sampai dengan 24 kali," katanya.
Sehubungan dengan upaya untuk menjadikan Kalimantan kian benderang, saat ini PLN sedang melakukan rencana pembangunan SUTT 150 kV Kasongan – Kuala Kurun, SUTT 150 kV Sampit – Kuala Pembuang dan SUTT 150 kV Pangkalan Bun – Sukamara yang merupakan proyek rencana interkoneksi sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Tengah dengan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat.
Machnizon menyampaikan selain dihadapi kesulitan dalam membawa material kelistrikan akibat medan yang berat, kesulitan lainnya yang dihadapi PLN adalah proses pembebasan lahan, yang kerap membutuhkan waktu ekstra dalam proses negosiasi dengan masyarakat. Untuk itu Machnizon berharap, demi kebaikan dan manfaat bersama untuk menjadikan Kalimantan kian benderang, dibutuhkan sinergi yang kuat antara PLN dan Stakeholder.
“Melalui Multi Stakeholder Forum ini kita berharap dapat menumbuhkan sinergi yang semakin kuat antara PLN dan stakeholder terkait, agar proses pembangunan kelsitrikan di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dapat berjalan lancar dan menjadikan Kalimantan kian benderang," harap Machnizon.
Beberapa rencana pembangunan yang saat ini masih dalam proses pembebasan lahan antara lain pembangunan SUTT 150 kV Kasongan – Kuala Kurun, SUTT 150 kV Sampit – Kuala Pembuang dan SUTT 150 kV Pangkalan Bun – Sukamara yang merupakan proyek rencana interkoneksi sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Tengah dengan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat.
Dalam penyampaian feedback dari Stakeholder pada acara Multi Stakeholder Forum 2019, PLN menerima masukan dari Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Selatan, Seoharto yang berharap PLN dapat mengembangkan pembangkit yang memanfaatkan energi baru terbarukan di Provinsi Kalimantan Selatan.
Baca: Pasca Jebol Akibat Diguyur Hujan Lebat, Pembangunan DAM di Embung Tirawan Terus Dikebut
Baca: Angkutan Sampah dan Angkutan Kota di Tabalong Gunakan Biodesel dari jelantah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/multi-stakeholder-forum-2019-di-ballroom-hotel-novotel-banjarmasin-airport.jpg)