Kisah Perjuangan Chef Asal Banua
Taufik Promosikan Kuliner Banjar di Hotel
Berbeda dengan chef lainnya yang melanglang buana dari satu tempat ke tempat lainnya, Chef Taufiqurrahman setia di satu tempat.
Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berbeda dengan chef lainnya yang melanglang buana dari satu tempat ke tempat lainnya, Chef Taufiqurrahman setia di satu tempat.
Chef kelahiran Banjarmasin, 14 Mei 1975 ini setia menjadi Chef Nasa Hotel Banjarmasin sejak berdirinya hotel.
"Saya sangat betah menjadi chef di sini. Saya menjadi chef sejak tahun 2010 sampai sekarang," kata Taufiq yang ditemui beberapa waktu lalu.
Menurut dia, dengan berprofesi menjadi chef, bisa mempromosikan kuliner khas Banjar kepada tamu-tamu hotel dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca: Karier Agus Sasirangan Kian Moncer dari Konsultan Film hingga Restaurant Agnes Mo
Baca: Chef Tasmani dari Cook Helper hingga Sous Chef
Baca: Agus Sasirangan Mengikuti Lomba Mulai Tingkat Sekolah
Baca: Pertama Jadi Chef di Kapal Dharma Lautan, Bersaing dengan Para Chef Hebat
Dia mencontohkan, menu Ayam Rica-rica merupakan masakan khas Banjar dengan sedikit bumbu Jawa.
"Ini supaya menyesuaikan lidah tamu asal Jawa," tandasnya.
Di bulan puasa, Taufiq pun diminta menyajikan wadai khas Banjar seperti bingka, sarimuka dan lain-lain.
(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/chef-taufik.jpg)