Berita Nasional

4 Jenderal TNI Punya Pengalaman Tempur Sengit di Kopassus, Ada Prabowo dan Letjen Doni Monardo

Korps Baret Merah atau Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat punya sejarah panjang dalam upaya penyelamatan negara maupun warga negara.

Tayang:
Editor: Elpianur Achmad
AFP/Getty Images
Sejumlah personel Kopassus menampilkan atraksi menangani ular. Hewan melata itu kemudian direntangkan, digigit sampai putus, dan darahnya disemprotkan ke mulut satu sama lain. 

Letkol Infanteri Sintong Panjaitan yang menjadi pemimpin operasi lapangan menjelaskan bahwa kehadiran Benny itu di luar skenario.

"Ini di luar skenario," ujarnya dalam buku 'Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando.' Namun pada akhirnya Sintong membiarkan Benny Moerdani untuk tetap dalam pasukan.

Setelah pesawat berhasil dikuasai pasukan Kopassus, Benny Moerdani lagi-lagi melakukan aksi tak terduga.

Benny Moerdani tiba-tiba masuk ke pesawat sambil menenteng pistol bersama Kolonel Teddy.

Baca: Penyebab Barbie Kumalasari Tak Jadi Pengacara Galih Ginanjar Lawan Fairuz A Rafiq, Terkait Ijazah?

Ia menuju kokpit dan menyuruh Teddy untuk memeriksa panel elektronik Woyla.

Setelah dinyatakan aman dari ancaman bom yang diaktifkan melalui sirkuit pesawat, Benny Moerdani lantas mengambil mikrofon.

"This is two zero six. Could I speak to Yoga, please?" kata Benny. Yoga Soegomo yang berada di ruang crisis center di menara bandara pun merespons.

"Operasi berhasil, sudah selesai semua," ujar Benny Moerdani melapor. Operasi pembebasan tersebut berjalan sukses dan menuai apresiasi dari dunia internasional.

2. AM Hendropriyono

AM Hendropriyono
AM Hendropriyono (wikipedia indonesia)

Mantan Kepala BIN Haji Abdullah Makhmud Hendropriyono, Jenderal TNI (Purnawirawan) (Warta Kota/Alex Suban)

MENURUT biodata yang tertera di Wikipedia, TNI (Purn) AM Hendropriyono mengawali karier militernya sebagai komandan peleton di Kopassus

Ia kemudian menjelma sebagai seorang tokoh intelijen dan militer Indonesia. Ia menjadi Kepala Badan Intelijen Negara pertama dan dijuluki the master of intelligence karena menjadi "Profesor di bidang ilmu Filsafat Intelijen" pertama di dunia.

Selama berkarir di dunia militer, AM Hendropriyono terlibat dalam sejumlah operasi yang membesarkan namanya.

Baca: Peringatan Keras Vanessa Angel pada Jane Shalimar, Gerah Diungkap Soal Hubungan dengan Ayahnya

Ia pun dikenal sebagai penuntas insiden bersejarah, Peristiwa Talangsari 1989. Kala itu, Hendropriyono menindak potensi radikalisme dari Kelompok Warsidi di Talangsari, Lampung.

Pertempuran antara tim Kopassus yang dipimpin AM Hendropriyono pun menumbangkan Kelompok Warsidi itu.

Sumber: Surya Online
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved