Berita Katleng

BMKG Perkirakan Kemarau Kalteng Panjang Tahun ini, Lahan Terbakar Capai 226 Hektare Lebih

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kalimantan Tengah memprediksi kemarau yang terjadi dalam tahun 2019 ini cukup panjang

BMKG Perkirakan Kemarau Kalteng Panjang Tahun ini, Lahan Terbakar Capai 226 Hektare Lebih
tribunkalteng.co/fathurahman
Petugas saat melakukan ujicoba alat semprot pemadam kebakaran bantuan dari Republik Rakyat Tiongkok di Palangkaraya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kalimantan Tengah memprediksi kemarau yang terjadi dalam tahun 2019 ini cukup panjang dan berpotensi mengakibatkan kebakaran lahan.

Hal itu diungkapkan, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangkaraya, Anton Budiono dalam pembekalan kesiapsiagaan menghadapi bahaya kebakaran hutan dan lahan di Kalteng tahun 2019, yang digelar di Ballroom Aquarius Hotel Palangkaraya, sejak Kamis (11/7/2019) hingga Jumat (12/7/2019).

Disebutkan, curah hujan akan turun pada Bulan Juli hingga Oktober 2019, dan curah hujan tersebut akan semakin kurang, karena ada pengaruh El Nino lemah.

"Kalteng masuk musim kemarau dimulai dari Kapuas yang biasanya masuk musim kemarau paling duluan dan masuk musim hujan belakangan," ujarnya.

Baca: Jawaban Tak Terduga Nagita Slavina Soal Poligami ke Raffi Ahmad, Ibu Rafathar Sebut Ajaran Agama

Baca: Tampilan Terbaru Puput Nastiti Devi Curi Perhatian Saat Temani Ahok BTP Ibadah, Mirip Veronica Tan?

Baca: Cerita Kriss Hatta Saat Hidup di Penjara di Kasus Hilda Vitria, Mandi Bareng & Tidur Ikan Asin

Baca: Sumber Kekayaan Barbie Kumalasari, Istri Galih yang Berseteru Fairuz A Rafiq Diungkap Mantan Suami

Baca: Kisah Pilu Suami Femmy Permatasari, 12 Tahun Dibohongi Mantan Istri Soal Status Anak Kandung

Lebih jauh dia mengungkapkan, di Kalteng wilayah paling lama musim kemarau terjadi di wilayah tenggara atau sekitar Kabupaten Kuala Kapuas dan kawasan lahan yang bergambut curah hujannya rendah atau di bawah normal.

'Ini, terutama terjadi Bulan Juni, sedangkan pada Bulan Juni dan Juli tahun ini seluruh wikayah Kalteng akan memasuki musim kemarau yang mulai masuk pada akhir Bulan Juli ini, sehingga harus diwaspadai," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Kalteng, Mofit Saptono Subagio, menegaskan, hingga saat ini tercatat luasan lahan yang terbakar terjadi pada empat derah yakni palangkaraya, Kotim, Kobar dan Barut dengan luasan mencapai 226 hektare lebih.

"Kami sudah melakukan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran lahan dan hutan, semua personel disiagakan menjelang tibanya musim kemarau, dan meminta masyarakat juga peduli dengan kebakaran lahan jika terjadi di sekitar lingkungannya segera saja ikut memadamkan dan lapor petugas," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan pelatihan penggunaan peralatan program penguatan kapasitas di bidang manajemen kebakaran hutan untuk penggunaan alat pemadam kebakaran bantuan dari Repulik Rakyat Tiongkok yang dilakukan ujicoba di Lingkungan Rumah Betang Kawasan Temanggung Tilung Palangkaraya oleh petugas BPBD Kalteng dan tim pemadam lainnya.

"Alat pemadam kebakaran bantuan Tiongkok tersebut, akan diberikan kepada dua desa di Kelurahan Petuk Ketimpun Palangkaraya dan Desa Tumbang Nusa Kabupaten Pulangpisau," ujar Plt Kepala BPBD Kalteng, Mofit Saptono Subagio.

banjarmasinpost /faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved