Mitos dan Kisah Menarik Paunjunan

Ini Rahasia Mencari Posisi Memancing di Sungai dan Rawa di Tabalong yang Banyak Ikannya

Pada umumnya para pemancing memiliki insting untuk menentukan "kadudukan" tempat memancing, yaitu tempat yang diperkirakan jadi tempat berkumpulnya

Ini Rahasia Mencari Posisi Memancing di Sungai dan Rawa di Tabalong yang Banyak Ikannya
Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman
Aboel (35), pria asal Tanta, Kabupaten Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Pada umumnya para pemancing memiliki insting untuk menentukan "kadudukan" tempat memancing, yaitu tempat yang diperkirakan jadi tempat berkumpulnya ikan.

"Menentukan lokasi pancing juga tidak sama antara di sungai besar dan rawa atau danau," kata Aboel (35), pria asal Tanta, Kabupaten Tabalong, Kalsel, yang menyukai memancing di alam terbuka ini.

Menurutnya, persamaan dua tempat tersebut adalah sering atau banyaknya udap ikan atau percikan ikan pada permukaan air.

"Untuk memancing di sungai besar, biasanya yang di cari adalah bagian terdalam sungai atau lu uk, aliran airnya tidak deras, banyak batang pohon dipermukaan dan di dalam air atau raba," ungkapnya.

Baca: Ternyata Ada Hari Khusus untuk Tebang Bambu yang Bakal Dijadikan Joran Pancing

Aboel (35), warga Tanta, Kabupaten Tabalong
Aboel (35), warga Tanta, Kabupaten Tabalong (Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)

Raba disukai ikan sebagai tempat berkumpul atau bersembunyi. Tetapi memancing di raba resikonya akan membuat kail pancing akan sering nyangkut.

"Kalau luuk dengan banyak batang-batang pohon di dalamnya namun tidak mudah tersangkut kail biasanya menjadi rebutan para pemancing," ujar pria berkacamata ini.

Lokasi favorit yang di incar pemancing di sungai besar selanjutnya adalah bagian sungai yang alirannya seperti berputar atau ulakan. Biasanya berada di bagian lengkung badan sungai.

Untuk di rawa, sepengetahuannya, pemancing biasanya lebih menyukai permukaan air yang ada tumbuhannya dari pada tidak ada sama sekali.

"Celah-celah tumbuhan air seperti enceng gondok, kangkung ataupun tumbuhan air lainnya yang bisa di labuhi umpan adalah yang sering di cari," tambahnya.

Kalau bagian permukaan air hampir tertutup semua namun percikan ikan pada permukaannya banyak, maka biasanya pemancing akan membuat celah lebih dahulu.

"Istilah kami itu membuat pilawa, baik menggunakan ujung pancing untuk menyisihkan tumbuhan air apabila memungkinkan atau pun dengan menggunakan bilah bambu yang bagian ujungnya diberi arit kecil," ceritanya.

Pilawa bisa di buat beberapa titik dengan jarak yang cukup, tetapi biasanya tidak langsung dipancingi, namun didiamkan beberapa saat. Bila dirasa sudah tenang barulah dijadikan lokasi memancing.

Pemilihan lokasi pancing di rawa juga tergantung sikon rawanya. Kalau sudah surut biasanya ikan akan banyak berkumpul pada bagian terdalam rawa. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved