Berita Kabupaten Banjar
Astambul Panen Jeruk, Begini Ciri Khas Buahnya
Karena di jenis tanah di Kecamatan Astambul ini adalah jenis tanah lebak dan tanah kering.
Penulis: | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - "Manis limau (jeruknya), ini pasti dari Astambul," ucap Agus saat mencicipi jeruk yang disuguhkan pada Sidang Paripurna di DPRD Banjar, Senin (22/7).
Kecamatan Astambul kini sedang panen jeruk, luasan kebun jeruk di kecamatan itu tidak kurang dari seribu hektar.
Kepala Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Astambul, Mahardiansyah mengatakan, untuk luasan lahan tanaman jeruk di Kecamatan Astambul ini satu hektare bisa ditanami 200 pohon sampai 250 pohon, tergantung jenis tanahnya.
Karena di jenis tanah di Kecamatan Astambul ini adalah jenis tanah lebak dan tanah kering.
Jenis tanaman jeruk yang ada di Astambul bermacam-macam, ada Siam Banjar, Jeruk Madu dan Jeruk Bali.
Seiring panennya jeruk di Kecamatan Astambul ini bisa menambah daya tarik wisatawan yang berziarah di Makam Syech Muhammad Arsyad Albanjary.
Baca: Cara Ganjil Syahrini demi Menunjang Popularitasnya Diungkap Sosok Ini Sebelum Nikahi Reino Barack
Baca: Terungkap Orang yang Lakukan Pelecehan Sherina di Mall, Pria Berbaju Loreng dan Berkata Kasar
Baca: Bantah Jadi Dalang Video Ikan Asin Menjerat Galih Ginanjar, Barbie Kumalasari Sebut Itu Spontanitas
Baca: Peraih Bayaran Tertinggi, Bintang Hunger Games Punya Kegemaran yang Menambah Pundi-pundi
"Kami harapkan, seiring Astambul sebagai wisata religius juga bisa berbarengan dengan agrowisata buah jeruk ini. Peziarah seusai ke makam Syech Muhammad Arsyad Albanjary bisa dilanjutkan dengan memetik jeruk langsung di kebunnya," katanya.
Dirinya pun mengharapkan, keberadaan agrowisata buah jeruk di Astambul ini bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat, terlebih masih banyak luasan lahan di Kecamatan Astambul yang masih bisa ditanami jeruk.
Dikarenakan tentunya akan meningkatkan pendapatan petani jeruk.
Penyuluh Pertanian di Desa Sungai Alat Astambul, Taufikurrahman mengatakan, umur tanaman jeruk sekitar tiga tahun hingga empat tahun setengah sudah berbuah, buah pertama memang sedikit masam tetapi selanjutnya barulah rasanya manis.
Ketua Kelompok Tani Andalam Kecamatan Astambul, Zainul mengatakan, hasil panen buah jeruk di Astambul ini dijual ke pasar-pasar yang ada di kecamatan tersebut.
Jeruk Astambul memiliki ciri,yakni rasanya manis, seratnya baik dan kulit luarnya agak tipis.
"Dijual bervariasi, satu kilo antara tujuh biji ukuran besar Rp 10.300, kemudian ukuran lebih kecil Rp 8 ribu per kilogram, serta paling kecil Rp 5 ribu. Bersih rata-rata dalam panen kali ini bisa Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu, panennya tidak serentak," katanya.
Dia menambahkan, Desa Sungai Alat Kecamatan Astambul ini merupakan tanah hamparan, sehingga 40 persen penduduknya bercocok tanam atau berkebun jeruk.
Camat Astambul, Jurzi Zaidan mengatakan, petani jeruk siam di Kecamatan Astambul dua tahun terakhir sedang menggeliat untuk mengembalikan kejayaan Astambul sebagai sentra jeruk Siam Kabupaten Banjar.
Tahun lalu, di Desa Kaliukan kebun jeruk H Selamat, ratusan pohon jeruk Siam berhasil panen besar.
"Tahun ini di kebun jeruk H Najamudin di Desa Sungai Alat, ratusan batang pohon jeruknya juga berhasil panen besar dari awal bulan Juli sampai sekarang," katanya.
(Banjarmasinpost.co.id/Hasby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ketua-kelompok-tani-desa-sungai-alat-astambul-zainul-menunjukan-panen-jeruk.jpg)