Relokasi Pasar Beras

Pelanggannya hingga Jakarta, Pedagang Beras ini Merasa Nyaman dengan Lokasi Tokonya Saat ini

Selain itu, tambah Rudi keberadaan Pasar Beras juga dibilang salah satu ikon di sektor perdagangan di kota Banjarmasin.

Pelanggannya hingga Jakarta, Pedagang Beras ini Merasa Nyaman dengan Lokasi Tokonya Saat ini
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Minggu (28/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selain itu, tambah Rudi keberadaan Pasar Beras juga dibilang salah satu ikon di sektor perdagangan di kota Banjarmasin.

Pasar tersebut sudah ada sejak 50 tahun lebih.

"Kalau dibanding dengan pasar beras di pasar jati, di sana masih baru. Kalau di sini sudah lama. Makanya wajar bila disebut ikon Banjarmasin," jelasnya.

Tambah Rudi lagi, sebetulnya keberadaan pasar beras saat ini sudah sangatlah nyaman.

Karena ia dan beberapa pedagang lainnya selain mudah bisa bertransaksi dua jalur sekaligus yakni sungai dan darat, juga pertimbangan banyaknya pelanggan.

Baca: Pembangunan Siring Sungai Martapura Berdampak pada Ikon Pasar Tertua di Kota Banjamasin

Baca: Hukum Berkurban Bagi Orang Sudah Meninggal, Begini Pandangan 4 Mazhab Menurut UAS

Baca: Setengah Abad Misterius, Kapal Selam Prancis Akhirnya Ditemukan di Laut Tengah

Baca: Demi Jodoh Ayu Ting Ting Ikuti Ritual di Pernikahan Tania Nadira, Mimpi Sahabat Ivan Gunawan

Saat ini menurutnya pelanggan atau pemasok dan pembeli beras di Jalan Pasar Pagi terutama tokonya tidak hanya berasal dari dalam kota Banjarmasin, melainkan sudah merambah hingga Jakarta dengan pengiriman menggunakan jasa kontainer.

"Kalau seperti Palangkaraya, Sampit dan lainnya sudah tidak terhitung lagi mereka membeli ke sini. Sedangkan, pelanggan yang dari Sungai Musang dan Anjir, biasanya mereka menjual beras ke sini melalui jalur sungai," jelasnya.

Sehubung itupula, Rudi pun berharap bilamana nanti wacana tersebut benar-benar dilaksanakan, pemerintah bisa menyediakan lokasi baru yang berada tidak jauh dari tempat semula.

Hal tersebut bertujuan agar pelanggan pun tidak kesulitan mencari masing-masing toko beras yang biasa didatanginya.

" Iya kalau harapan saya sih mudah-mudahan relokasinya nanti di sini-sini saja. Karena kalau pun jauh tentu memulai dari nol lagikan mencari pelanggan," jelasnya.

Lain Rudi, berbeda lagi dengan H Angah, pedagang beras di Pasar Pagi Muara Kelayan.

Pasalnya, ia yang kini telah belasan tahun berjualan di pasar tersebut, hanya menempati bangunan berstatus sewa.

"Kalau kami sih tidak begitu masalah. Karena meskipun nanti dibongkar, kami di sini juga sebagai penyewa. Jadi rencananya kemungkinan akan pindah ke seberang sana," ujarnya didampingi istri.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved