Dibalik Viralnya Kocheng Oren di Medsos
Terungkap Alasan Kucing Oranye Jadi Perbincangan di Twitter, Facebook hingga Instagram
Akhir-akhir ini topik tentang kucing berwarna orange atau yang akrab disebut Kocheng Oren menjadi viral.
Penulis: Noor Masrida | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Akhir-akhir ini topik tentang kucing berwarna orange atau yang akrab disebut Kocheng Oren menjadi viral.
Kocheng Oren muncul di berbagai platform media sosial mulai dari Twitter, Facebook hingga Instagram.
Kemunculan Kocheng Oren di sosial media tersebut bisa dalam bentuk foto candaan atau meme lucu atau potongan tingkah laku tak biasa sang kucing.
Jika di pencarian Instagram kamu menuliskan tagar #kochengoren, maka akan ada puluhan ribu unggahan tentang kucing serupa.
Hingga berita ini diturunkan, terhitung ada 14.2 ribu tagar tentang #kochengoren.
Ada pula akun-akun Instagram yang sengaja mengatasnamakan Kocheng Oren.
Misalnya saja akun Instagram kocheng.oreen ini.
Baca: Belum Seminggu Nikah, Siti Badriah Tepergok Dicium Pria Lain Beredar di Video, Krisjiana Ngaku Murka
Baca: Samsung Galaxy Note 10 Segera Dijual Indonesia, Soalnya Sudah Lolos TKDN Kementerian Perindustrian
Baca: Melihat Tren Sneakers Tahan Air yang Kian Menggeliat, Bikin Kaki Tetap Kering dan Nyaman
Akun tersebut telah mendapatkan pengikut lebih dari 9 ribu pengguna Instagram.
Isinya pun lumayan beragam, mulai dari video hingga foto-foto lucu dari si kucing oranye yang dikumpulkan sang admin dari internet.
Mengutip dari laman salah satu laman Youtube, disebutkan viralnya tentang Kocheng Oren ini berawal dari cuitan Twitter akun Banjir Selutut Daus Mini.
Akun tersebut menuliskan tentang kucing oranye pada Februari silam dan menyebut bahwa si oren ternyata lebih nakal dibanding kucing berwarna lain.
Cuitan akun tersebut kemudian diikuti oleh unggahan akun Dineshcara di Facebook sekitar bulan Mei lalu hingga Kocheng Oren benar-benar merajalela di internet.
Lantas kenapa harus kucing berwarna oranye? Kenapa tidak kucing berwarna hitam, putih atau warna-warna lainnya?
Mengutip dari laman Bobo.Grid.ID, ternyata ada beberapa penelitian yang menyimpulkan bahwa warna kucing memang bisa memengaruhi perilakunya.
Ada yang meyakini bahwa jumlah melanin (pigmen warna dalam tubuh) pada kucing memengaruhi dopamin (hormon yang memengaruhi aktivitasnya).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kocheng-oren-muncul-di-berbagai-platform-media-sosial-mulai-dari-twitter-facebook-hingga-instagram.jpg)