Berita Banjarmasin

Komisi IV DPRD Kalsel Akui Soal Tunjangan Pengaruhi Minat Dokter Mengabdi di RS Milik Pemprov

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum terancam alami penurunan Kelas dari Kelas A menjadi Kelas B yang salah satu faktornya adalah kekurangan tenaga

Komisi IV DPRD Kalsel Akui Soal Tunjangan Pengaruhi Minat Dokter Mengabdi di RS Milik Pemprov
banjarmasinpost.co.id/ achmad maudhody
Lutfi Syaifuddin, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum terancam alami penurunan Kelas dari Kelas A menjadi Kelas B yang salah satu faktornya adalah kekurangan tenaga dokter khususnya dokter spesialis.

Diakui Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Lutfi Syaifuddin persoalan besaran tunjangan dokter spesialis di Rumah Sakit (RS) milik Pemerintah Provinsi belum terlalu bersaing dengan RS lain termasuk dengan RS milik Pemerintah Kabulaten/Kota.

Hal ini menurut Lutfi menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi Kalsel dan DPRD Provinsi Kalsel untuk segera mencari jalan keluar termasuk dengan cara menstimulasi.

Baca: RSJ Sambang Lihum Minta Bantuan Gubernur Datangkan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa

Baca: Terungkap! Begini Ternyata Isi Surat Permohonan Maaf Rey Utami & Pablo Benua untuk Fairuz A Rafiq

Baca: Selebgram Rusia Dibunuh Mayatnya Dimasukan dalam Koper, Ternyata Masalah Seksual Penyebabnya

"Terus terang kekurangan terkait pendapatan diketahui di Kabupaten/Kota tunjangan yang diberikan lebih besar bisa sampai Rp 30 jutaan, sedangkan rata-rata di RS milik Pemprov sekitar Rp 5 jutaan," kata Lutfi.

Jalan keluar ini menurut Lutfi harus dengan segera dicari dan dilakukan agar tak sampai berakibat turunkan Kelas RS milik Pemprov apalagi sampai turunkan akreditasi yang berkorelasi dengan kualitas pelayanan.

Hal ini menurutnya tak hanya terjadi di RSJ Sambang Lihum tetapi juga di RS milik Pemprov lainnya.

"Mungkin nanti melalui Pergub bisa direvisi minimal ada kesamaan supaya lebih memotivasi para dokter mengabdi di RS milik Pemprov," kata Lutfi. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved