Anggaran Pendidikan Kalsel

Disdikbud Kalsel Usulkan Kenaikan Gaji Honorer Sebesar ini Agar Mendekati Upah Minimum Provinsi

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel mengajukan usulan rencana anggaran untuk pendidikan di Bumi Lambung Mangkurat ini sebesar

Disdikbud Kalsel Usulkan Kenaikan Gaji Honorer Sebesar ini Agar Mendekati Upah Minimum Provinsi
BPost Cetak
BPost edisi cetak Minggu (4/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel mengajukan usulan rencana anggaran untuk pendidikan di Bumi Lambung Mangkurat ini sebesar Rp 419 miliar dalam RAPBD 2020.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibanding realisasi anggaran yang disetujui DPRD Kalsel untuk Disdikbud pada 2019 sebesar Rp 300 miliar.

Kepala Disdikbud Kalsel, Yusuf Effendi, mengatakan, ada beberapa faktor penyebab rencana usulan kenaikan plafon anggaran tersebut.

Di antaranya usulan menaikkan gaji tenaga pendidikan non PNS dan masuknya beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Disdikbud Provinsi Kalsel tahun depan.

Baca: Tenar dengan Nama Belakang Hercules, Ini Asal-usul Agung Santoso Menyematkan Nama Putra Zeus

Baca: Nagita Slavina Ungkap Ulah Raffi Ahmad yang Bikin Dia Sering Nangis Kepada Ferdians Setiadi

Baca: Aliran Sesat Berkedok Katolik di Papua, Salib Diganti Segitiga, Pemimpinnya Ngaku Setara Yesus

Baca: Ancaman Trump Terapkan Tarif Baru untuk China Bikin Saham Apple Merosot, Ini Kerugian Apple

Upaya menaikkan gaji tenaga pendidikan non PNS termasuk guru honorer pengajar SMA, SMK dan SLB Negeri menjadi salah satu mata anggaran yang bertambah cukup besar.

Pada anggaran 2020, Disdikbud Provinsi Kalsel sesuai arahan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, berencana meningkatkan gaji tenaga pendidikan termasuk guru-guru non PNS kurang lebih satu juta rupiah per bulan.

Jika terealisasi, maka gaji tenaga pendidikan non PNS akan semakin dekat dengan nilai Upah Minimum Provinsi Kalsel yang saat ini berada di angka Rp 2.651.781.

Sebelumnya, sebanyak enam ribu tiga ratus dua puluh satu tenaga pendidikan non PNS di Kalsel menerima gaji satu setengah juta Rupiah perbulan.

Jumlah tersebut sudah mengalami satu kali kenaikan pada semester pertama Tahun 2019 ini sebesar lima ratus ribu Rupiah.

"Supaya sama dengan UMP atau setidaknya mendekati lah. Ini merupakan keinginan Gubernur kita untuk sejahterakan tenaga pendidikan," kata Yusuf Effendi.

Walau demikian, Yusuf nyatakan hal ini sekarang masih sebatas rencana usulan dan mungkin akan mengalami perubahan baik dari aspek substansi maupun nominal dalam rapat pembasahan selanjutnya.

Selain rencana menaikkan angka gaji guru honorer, ada pula tiga UPT berupa satuan pendidikan yang rencananya masuk RKA Disdikbud Provinsi Kalsel.

Yaitu SMA Banua Kalsel, SLB-C Negeri Pembina dan SMKN SPP Pleihari yang anggarannya rencananya akan dikoordinir oleh Disdikbud Provinsi Kalsel.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved