Berita Banjarmasin

Komisi IV Soal Badan Pengawas Rumah Sakit Kalsel, Dewan Berharap BPRS-P Kalsel Jemput Bola

Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sejak Bulan Juli 2019 secara resmi miliki Badan Pengawas Rumah Sakit Provinsi (BPRS-P)

Komisi IV Soal Badan Pengawas Rumah Sakit Kalsel, Dewan Berharap BPRS-P Kalsel Jemput Bola
banjarmasinpost.co.id/ achmad maudhody
Lutfi Syaifuddin, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sejak Bulan Juli 2019 secara resmi miliki Badan Pengawas Rumah Sakit Provinsi (BPRS-P) yang dilantik oleh Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor.

BPRS-P Kalsel terdiri dari lima orang diketuai dr Gabril Taufik Basri dengan Anggota Anang Rosadi Adenansi, H Aus Al Anhar, Hj Endang Pertiwiwati dan Elsya Jelita.

Namun masyarakat masih harus menunggu untuk dapat melihat dan merasakan dampak positif dibentuknya BPRS-P Kalsel ini.

Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel yang juga bidangi sektor kesehatan diwakili Sekretarisnya, Lutfi Syaifuddin nyatakan kinerja BPRS-P seharusnya sangat membantu pihaknya dalam awasi pelayanan Rumah Sakit (RS) kepada masyarakat.

Baca: Momen Ivan Gunawan Nyatakan Cinta ke Ayu Ting Ting dan Cium Eks Enji Baskoro, Nasib Shaher Sheikh?

Baca: Sayembara Fantastis Hotman Paris Balas Tantangan Farhat Abbas Soal Bukti Video Porno & Foto Mesum

Baca: Galih Ginanjar Malah Bongkar Jasanya ke Ayah Fairuz A Rafiq, Video Suami Barbie Kumalasari Viral

Baca: Nasib Luna Maya Setelah Tepati Janji ke Reino Barack, Dilamar Faisal Nasimuddin?

Ia berharap BPRS-P Kalsel bisa bergerak setiap hari tak hanya menindaklanjuti laporan masyarakat, tapi juga secara proaktif mengawasi kelayakan dan pelayanan RS kepada pasien.

"Ini harusnya dapat membantu sekali, karena kalau kami di Dewan mengawasi secara keseluruhan bidang kesehatan dan bukan cuma RS saja," kata Lutfi.

Sebelumnya, salah satu Anggota BPRS-P Kalsel, Anang Rosadi mengakui tugas yang diemban BPRS-P Kalsel juga bukan hal yang mudah.

Dimana BPRS-P Kalsel bertugas mengawasi RS di Kalsel yang tidak hanya milik Pemerintah Daerah tapi juga swasta yang setidaknya berjumlah tiga puluh tujuh RS.

Belum lagi soal jarak, karena ketiga puluh tujuh RS tersebut berlokasi tersebar di seluruh penjuru Kalsel.

"Tentu awalnya akan kita maksimalkan tindaklanjuti dari laporan-laporan dari masyarakat terlebih dahulu," kata Anang.

Ia dan rekannya di BPRS-P Kalsel dilantik dan membaca sumpah dipimpin oleh H Sahbirin Noor di Ulin Tower Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.

Pembentukan BPRS-P Kalsel juga merupakan tindaklanjut dari pembentukan BPRS di tingkat pusat untuk perketat pengawasan khususnya pada aspek pelayanan RS kepada masyarakat.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved