Berita Regional

Mau Dikurbankan, 2 Ekor Kambing Mati dengan Luka Robek di Sekujur Tubuhnya, Ternyata Ini Pelakunya

Dua kambing untuk kurban Iduladha 1440 Hijriah mati, diduga dimangsa oleh beruang madu di Tanjung Emas, Tanah Datar, Sumatera Barat.

Mau Dikurbankan, 2 Ekor Kambing Mati dengan Luka Robek di Sekujur Tubuhnya, Ternyata Ini Pelakunya
Hamsterhead
Ilustrasi kambing. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PADANG - Dua kambing untuk kurban Iduladha 1440 Hijriah mati, diduga dimangsa oleh beruang madu di Tanjung Emas, Tanah Datar, Sumatera Barat.

Pemilik kambing, Rosmidar (50) warga jorong Sungai Salak, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, menemukan dua ekor kambingnya mati dengan penuh luka robek yang diduga dimangsa beruang madu, Sabtu (10/8/2019).

"Dua ekor kambing ini milik warga atas nama Rosmidar yang akan dikurbankan pada hari ini. Namun, sebelum dikurbankan kambingnya sudah mati," kata Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Tanah Datar, Ansarul yang dihubungi, Minggu (11/8/2019).

Ansarul mengatakan, berdasarkan analisisnya kematian dua ekor kambing kurban itu diduga disebabkan oleh serangan beruang madu.

Baca: BREAKING NEWS- Sering Caci Maki Ibu dan Ancam Adiknya, Pria Ini Malah Meregang Nyawa Ditusuk 15 Kali

Baca: HASIL PENELITIAN - Ternyata Main Game di Ponsel Terbukti Efektif Redakan Stres, Mau Coba?

Baca: Saat Diikat dan Mau Disembelih, Sapi Black Bantuan Jokowi Tendang Seorang Warga Hingga Luka

Analisisnya, banyak ditemukan jejak menyerupai jejak kaki satwa yang memiliki nama latin Helarctos malayanus itudi sekitar rumah Rosmidar.

Menurut Ansarul, kematian dua ekor kambing ini, menambah daftar kematian hewan ternak milik warga setempat. Sebelumnya, juga ditemukan kasus kematian serupa, ada hewan ternak kambing, itik dan ayam. Dugaan sama yakni disebabkan oleh serangan beruang madu.

"Kasus beruang madu ini sudah terjadi sejak Juli lalu. Kami sudah lakukan upaya prosedural seperti mengusir, patroli hingga pemasangan kandang perangkap, namun belum berhasil," katanya.

Menurut Ansarul, terganggunya habitat asli juga menjadi salah satu faktor keluarnya beruang madu itu.

Pasalnya, area hutan perbukitan di sekitar lokasi yang merupakan hutan lindung dan hutan produksi, sudah banyak beralih ke lahan perkebunan yang ditanam dengan pinus dan karet.

"Kita minta warga meningkatkan kewaspadaannya kalau pergi ke ladang dan hutan. Kemudian juga menjaga ternaknya," katanya.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved