Berita HST

VIRAL DI HST, Ponpes di Hantakan Ditutup Karena Pariwisata, Begini Klarifikasi Pengurus MUI

Penutupan Pondok Pesantren Al Anwar Desa Batu Tunggal Kecamatan Hantakan yang ditutup sendiri oleh pengasuhnya kini menjadi viral.

VIRAL DI HST, Ponpes di Hantakan Ditutup Karena Pariwisata, Begini Klarifikasi Pengurus MUI
Ist/Syarkawi
Pondok Pesantren Al Anwar Desa Batu Tunggal, Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Penutupan Pondok Pesantren Al Anwar Desa Batu Tunggal Kecamatan Hantakan yang ditutup sendiri oleh pengasuhnya kini menjadi viral.

Bahkan, ada isu yang beredar jika MUI Kabupaten Hulu Sungai Tengah mendukung adanya pariwisata di lokasi tersebut.

Apalagi, persoalan penutupan ditengarai masalah pembukaan pariwisata yang berdekatan dengan pondok pesantren.

Melalui video singat, MUI Kabupaten Hulu Sungai Tengah melalukan klarifikasi. Bahkan, klarifikasi yang dibacakan oleh Ketua MUI Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Wajihuddin Shaleh dan didampingi pengurus MUI Kabupaten Hulu Sungai Tengah menjelaskan jika MUI Hulu Sungai Tengah tak pernah mendukung pariwisata.

Selain itu, MUI Hulu Sungai Tengah juga mendukung upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dengan mediasi berikutnya.

Baca: Peringatan Hotman Paris ke Rosa Meldianti Saat Singgung Nikita Mirzani, Ini Kata Seteru Farhat Abbas

Baca: Sulit Cari Kerja? Coba Peruntungan di ULM Job Fair & Career Expo 2019, Ada 25 Perusahan Ikut

Baca: Mertua Ani Yudhoyono Jatuh Sakit, Perlakuan SBY ke Nenek AHY & Ibas Diungkap Petinggi Demokrat

Tak hanya itu, pihaknya juga berharap masing-masing pihak baik pengelola wisata dan pengasuh pondok pesantren agar membuka diri untuk melakukan mediasi.

"Demikian penegasan dari pengurus MUI Hulu Sungai Tengah," tutupnya.

Sekadar diketahui, persoalan pesantren dan pengelola wisata mencuat setelah Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Syarkawi menutup pesantren yang sudah dibangunnya sejak 2008 lalu.

Berbeda dengan pondok pesantren lainnya, sebagian besar santri di sana merupakan mantan pecandu narkoba. Bahkan, pesantren ini juga digunakan sebagai rehabilitasi bagi pecandu.

Penutupan pesantren dilakukan sejak Rabu (7/8/2019). Bahkan, 30 santrinya dipulangkan ke tempat asalnya.

Syarkawi bertekad akan pulang dan membuka kembali pesantrennya jika wisata benar-benar ditutup.

Apalagi, hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari Bupati Hulu Sungai Tengah. "Sembari menunggu keputusan bupati kami memilih pergi," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved