Kriminalitas Kalbar

Cium dan Raba Siswi Magang, Oknum Camat di Kalbar Jadi Tersangka Tapi Tidak Ditahan

Seorang oknum camat di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, berinisial BR (56) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap seorang

Cium dan Raba Siswi Magang, Oknum Camat di Kalbar Jadi Tersangka Tapi Tidak Ditahan
banjarmasinpost.co.id/kompas.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMBAS - Seorang oknum camat di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, berinisial BR (56) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap seorang siswi magang berusia 17 tahun.

Kasat Reskrim Polres Sambas AKP Prayitno mengatakan, pengungkapan kasus dugaan pencabulan ini bermula dari adanya laporan dari aparatur desa tempat tinggal korban.

"Dari laporan itu kemudian dikembangkan menjadi penyelidikan dan penyidikan," kata Prayitno, Kamis (15/8/2019).

Dari hasil pemeriksaan terhadap korban, diakui bahwa pelaku telah melakukan aksinya dengan mencium dan meraba-raba tubuh korban sebanyak dua kali di rumah dinas camat.

"Dua kali kejadian itu masing-masing terjadi pada 22 dan 25 Juli 2019 silam di rumah dinas camat," ujarnya.

Baca: BREAKING NEWS - Oknum Polisi di Tapin Cabuli Murid Silatnya Selama 4 Tahun, Diancam Pakai Foto Bugil

Baca: CARA Live Streaming Arema FC vs Persebaya Liga 1 2019 di Vidio.com, Siaran Langsung Indosiar

Baca: Ayah Ayu Ting Ting Keceplosan Tuliskan Nama Enji Baskoro Sebagai Ayah Bilqis Khumaira Razak

Pelaku tidak ditahan

Untuk melengkapi penyidikan, aparat kepolisian juga memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti. Hingga dirasa cukup, kepolisian menetapkan BR sebagai tersangka.

"Tersangka tidak ditahan, karena kooperatif," jelasnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Alik Rosyad menerangkan, oknum camat tersangka cabul itu dijerat dengan Pasal 82 Undang-undang tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda paling banyak Rp 15 miliar.

Menurut dia, dengan ancaman di atas 5 tahun, biasanya aparat kepolisian menahan tersangka.

"Tapi memang, (penahanan tersangka) ini menjadi kewenangan penyidik sepenuhnya," tutupnya.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved