Bajakah Tunggal Mulai Diburu

Akar Bajakah Ada Ratusan Jenis, Ada yang Bersifat Racun hingga Mencegah Kerontokan Rambut

Abdul Karim, pegawai Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng yang biasa masuk hutan, mengimbau warga agar tidak sembarangan mengonsumsi akar

Akar Bajakah Ada Ratusan Jenis, Ada yang Bersifat Racun hingga Mencegah Kerontokan Rambut
KOMPAS.com/KURNIA TARIGAN
Ketiga siswa SMA Palangkaraya yang berhasil mengharumkan Indonesia melalui Karya Ilmiah Kayu Bajakah Penyembuh Kanker. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Abdul Karim, pegawai Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng yang biasa masuk hutan, mengimbau warga agar tidak sembarangan mengonsumsi akar tersebut.

Akar bajakah ada ratusan jenis.

"Ada jenis akar bajakah yang beracun. Ini yang harus diketahui oleh pencari akar bajakah untuk obat," ujarnya.

Dosen Program Studi Biologi FMIPA ULM Witiyasti Imaningsih menyatakan terlalu dini mengatakan akar bajakah bisa jadi obat kanker.

"Langkah pengujian yang dilakukan belum selengkap uji obat kanker. Baru uji in vitro. Hanya mendeteksi senyawa kimia dan kandungan antioksidannya," kata dia, Kamis (15/8).

Baca: Dulu Kurang Laku, Akar Bajakah Hanya Dijual 10 Ribu, Kini Harganya Melejit hingga Rp 1 Juta

Baca: Kumpulan Kutipan Tentang Kemerdekaan dari Soekarno dan Tokoh Dunia Sambut HUT RI ke-74

Baca: Anak Yatim dari Kaluarga Miskin Jadi Paskibraka Nasional, Asraf Pinjam Sepatu Robek Ketika Seleksi

Apalagi jenis akar bajakahnya banyak.

“Perbedaan varietas juga berpengaruh terhadap khasiatnya. Sangat mungkin kandungan fitokimianya berbeda juga,"

Dia memperkirakan fenomena akar bajakah bisa seperti mengkudu dan bawang Dayak.

Mengutip akun Facebook David Su, Tribunkalteng.com mendapat informasi bahwa bajakah sebenarnya spesies tumbuhan pembelit-pemanjat yang tumbuh di hutan Kalimantan.

"Pemanfaatan bajakah untuk obat kanker sudah dilakukan oleh masyarakat Dayak Ngaju sejak ratusan tahun silam," kata warga Dayak Maanyan yang juga Widyaiswara Ahli Muda Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini.

Selain it ada bajakah yang bersifat racun yang digunakan sebagai tuwe atau tuba untuk membuat ikan lemas.

“Ada juga bajakah yang bila dipukul mengeluarkan berbusa dan bisa digunakan sebagai sampo guna mencegah kerontokan rambut,” kata warga asal Kabupaten Barito Timur, yang tengah kuliah S3 Ilmu Lingkungan di Universitas Gajah Mada (UGM) ini.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved