Berita Tanahlaut

Datang dari Pelosok Desa di Kalteng, Muhammad Ghalib Jadi Paskibra di Politala

Muhammad Ghalib sosok pemuda dari desa di pedalaman Kalteng menjadi paskibra dan mengibarkan bendera saat peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI

Datang dari Pelosok Desa di Kalteng, Muhammad Ghalib Jadi Paskibra di Politala
Dari Anton untuk BPost
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Politala, Anton Kuswoyo berfoto dengan Komandan Peleton Paskibra Politala, Muhammad Ghalib 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Belasan Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih pada apel HUT ke 74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Politekhnik Negeri Tanahlaut (Politala) terlihat mantap melangkah.

Mereka bergerak kompak dan serentak untuk mengibarkan sang saka di halaman Kampus Politala, Sabtu (17/8/2019).

Satu di antara Paskibra tersebut ialah Muhammad Ghalib. Mahasiswa baru Politala yang menjadi Paskibra ini merupakan anak desa dari pedalaman Kalimantan Tengah.

Tepatnya dari Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kota Waringin Timur.

Sejak kecil Ghalib sudah merasakan kehidupan pelosok desa.

Baca: LIVE MOLA TV - Cara Live Streaming Southampton vs Liverpool Liga Inggris 2019, Siaran Langsung TVRI

Baca: Semarakkan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Korem 101/Antasari Gelar Pawai Merah Putih

Baca: 60 Pramuka Penegak Tapin Sukseskan Renungan Malam di Makam Pahlawan Puspa Raya Lokpaikat

Baca: Operasi Katarak Gratis dari PT Adaro Indonesia, Sudianur berharap bisa melihat lagi

Ketika SD ia pergi ke sekolah dengan naik jukung (perahu kecil yang dikayuh) menempuh jarak belasan kilometer.

Ghalib sejak SMA sudah terpilih menjadi anggota paskibra tingkat kecamatan, dua tahun berturut-turut.

Sebagai anak petani, Ghalib rajin membantu orang tua. Anak bungsu dari tujuh bersaudara ini setiap sore selalu ke kebun milik orang tuanya.

Orang tuanya senantiasa menanamkan kemandirian kepada Ghalib. Selain itu Ghalib juga diajarkan untuk tertib beribadah terutama sholat lima waktu.

Setelah lulus SMA, Ghalib sempat mendaftar masuk Secaba Polisi dan Secatam TNI sebanyak masing-masing dua kali, namun selalu gagal.

Halaman
12
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved