Yayasan Adaro Bangun Negeri
Operasi Katarak Gratis dari PT Adaro Indonesia, Sudianur berharap bisa melihat lagi
YABNmembuka kembali harapan Sudianor untuk bisa melihat kembali dengan gelaran operasi katarak gratis yang digelar di Puskesmas Tanta
Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Selama 15 tahun Sudianur Kepala Desa Bahungin Kecamatan Kelua sudah mulai kehilangan penglihatan mata kirinya akibat katarak.
Beberapa kali dirinya melakukan pengobatan tradisional dan juga rutin memberikan tetes mata agar mengurangi buram. Dan dua tahun terakhir mata kirinya sudah tidak bisa melihat lagi jika tidak dari jarak yang sangat dekat.
Namun kali ini kesempatan untuk bisa melihat normal kembali terwujud berkat adanya program dari PT Adaro Indonesia melalui Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) melaui operasi katarak gratis yang dilaksanakan di Puskesmas Tanta, Sabtu (17/08/2019).
Sudianur pernah membawa kerumah sakit dan berencana untuk melakukan operasi namun biaya yang dibutuhkan cukup mahal yaitu sekitar Rp 10 juta rupiah.
“Sangat bersyukur dengan adanya operasi katarak gratis ini, semoga hasil dari operasi nanti baik, besok diminta ke Puskesmas lagi untuk pemeriksaan,” ujarnya.
Operasi Katarak dilakukan di mobil operasi, pasien sebelum melakukan operasi diperiksa dan dipersiapkan terlebih dulu di ruang khusus sebelum masuk ke mobil operasi.
Pembangunan kesehatan masyarakat merupakan salah satu fokus utama program CSR PT Adaro Indonesia bersama dengan mitra kerjanya.
Dimana perusahaan selalu berusaha berkontribusi meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat di daerah operasional perusahaan. Salah satu program yang setiap tahun dilaksanakan adalah program operasi katarak.
Hal ini disampaikan CSR Department Head Adaro Indonesia Leni Marlina dalam sambutannya, dirinya menambahkan Adaro bersama mitra kerja mulai menginisasi program operasi katarak sejak tahun 2003.
“Hingga tahun 2018, perusahaan telah mengoperasi 6046 mata, dengan rata-rata operasi katarak setiap tahun sebanyak 377 mata,” ujarnya.
Operasi katarak dilaksanakan di 6 Kabupaten daerah operasional perusahaan yaitu di Tabalong, Balangan, Bartim, Barsel, HSU dan Batola.
Sejauh ini, dari program operasi katarak telah berhasil mengembalikan penglihatan usia produktif (17-55 tahun) sebanyak 27%.
Program operasi katarak yang dilakukan perusahaan ini mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan 1437/Menkes/SK/X/2005 tentang penanggulangan katarak dan kebijakan internasional WHO Vision 2020: The Right to Sight tentang eradikasi penyakit katarak.
Keberhasilan program ini juga telah diakui oleh lembaga independen nasional dan internasional, yang ditandai dengan meraih penghargaan Platinum pada Indonesia CSR Award 2011, program terbaik komunitas pada Asia Responsible Empowerment Award (AREA) 2012 dan telah meraih rekor MURI 2014 untuk katergori operasi katarak terbanyak yg dilakukan di mobil.
Pada tahun 2019 ini, akan dilaksanakan operasi katarak di Bartim, Tabalong, Balangan dan Batola. Adapun target operasi katarak yang akan dilaksanakan di Tabalong sebanyak 50 mata, di Balangan 40 mata, Batola 40 mata dan Bartim 40 mata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/csr-pt-adaro-leni-marlina.jpg)