Berita HSS

Api Lalap SMP Negeri 1 Daha Barat (SMP Bajayau), Petugas BPK Dobrak Pintu Kelas 9 untuk Padamkan Api

Kencangnya angin membuat api kemudian melalap bangunan sekolah SMPA Bajayau atau SMP Negeri 1 Daha Barat, Kamis (22/8) sekitar pukul 18.00 WITA.

Api Lalap SMP Negeri 1 Daha Barat (SMP Bajayau), Petugas BPK Dobrak Pintu Kelas 9 untuk Padamkan Api
HO/BPBD HSS
Kebakaran di SMP 1 Daha Barat (SMP Bajayau), Kecamatan Daha, Kabupaten HSS Kamis 22 Agustus 2019, malam. Api berasal dari kebakaran lahan di sekitar sekolah, yang merambat ke bangunan sekolah akibat derasnya tiupan angin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Api berkobar membakar lahan di kawasan Bejayau Daha Barat Kabupaten HSS. Kencangnya angin membuat api kemudian melalap bangunan sekolah SMPA Bajayau atau SMP Negeri 1 Daha Barat, Kamis (22/8) sekitar pukul 18.00 WITA.

Seketika suasana sekitar pun geger, petugas pemadam gabungan dari berbagai penjuru berdatangan. Bahkan Camat Daha Barat Kusairi ketika dihubungi tampak terengah-engah dan terus monitor perkembangan.

"Api membakar atap , sebanyak tiga kelas pada bagian atapnya terbakar. Kelas 9 Atapnya yang terbakar," ucap Kusairi saat berkomunikasi dengan reporter banjarmasinpost.co.id.

Kusairi menceritakan awalnya api berkobar di lahan tak jauh dari bangunan sekolah. " Bahkan api yang bakar lahan itu sudah berkobar sejak siang, lahan kecil saja yang terbakar tapi kelamaan jelang malam angin kencang sehingga api yang merembet tak terbendung lagi melalap atap bangunan sekolah," katanya.

Baca: BREAKING NEWS : Empat Ruang Belajar di SMP Bejayau HSS Terbakar, Api Karhutla Merambat ke Sekolah

Kusairi mengatakan kawasan itu memang areal atau daerah yang terbuka luas. " Alhamdulilah, api berhasil diatasi petugas pemadam. Sekitar 30 menit api yang membakar atap bangunan berhasil dikuasai dan dipadamkan. Untung atap dari multiroop jadi kuat, ya diperkirakan kerusakan sekitar 25 persen pada atap saja," katanya.

Namun, meski hanya atap terbakar dia mengatakan ada bagian kelas tiga yang rusak karena terpaksa dilakukan untuk jalur petugas memadamkan api. Seperti pintu kelas yang terpaksa didobrak agar pemadam bisa masuk kelas menyemprot air. Kemudian beberapa kaca kelas yang pecah saat petugas memadamkan api.

"Pintu kelas kan terkunci jadi terpaksa didobrak. Pintu kelas 9. Pemadam banyak yang datang sekitar 10 unit relawan gabungan di antaranya dari Nagara dan Kandangan," kata dia.

Kebakaran SMP 1 Daha Barat (SMP Bajayau), Kecamatan Daha Kabupaten HSS Kamis (22/8/2019). Api berasal dari kebakaran lahan yang merembek ke bangunan sekolah akibat tiupan angin.
Kebakaran SMP 1 Daha Barat (SMP Bajayau), Kecamatan Daha Kabupaten HSS Kamis (22/8/2019). Api berasal dari kebakaran lahan yang merembek ke bangunan sekolah akibat tiupan angin. (HO/relawan)

Ada bangunan yg kami bongkar karena pemadam harus masuk, terkunci. Dobrak pintu, dipadamkan bersama warga, kelas 9.

Untuk aktivitas sekolah, Kusairi mengatakan pada esok hari tetap saja sekolah seperti biasa. Namun tentunya kisaran beberapa jam pada Jumat pagi akan dilakukan kegiatan bersih-bersih sekolah pasca kebakaran itu. " Ada pecahan kaca kan waktu pemadam menembakkan air," kata dia.

Baca: Satu Jemaah Haji Asal Hulu Sungai Tengah Meninggal Dunia di Rumah Sakit Al Noor Mekkah Arab Saudi

Hingga waktu menunjukkan pukul 20.07 WITA, Kusairi mengatakan petugas pemadam masih siaga di sekitar lokasi karena api masih berkobar di lahan. Meski api sudah aman dari area sekolah.

"Sekitar 50 meter dari area SMP api masih berkobar bakar lahan. Kami kesulitan air , jadi kami masih stanby. Smua siaga , pilih bertahan dilokasi sampai api yang membakar lahan benar-benar mati. Sudah malam pun biar saja kami bertahan pokoknya sampai api padam," beber dia.

Warga desa Tumbukan Banyu Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan M ikhsan pun mengetahui ada musibah itu. " Alhamdulilah api dapat dikuasai di sekolah yang terbakar itu. Rekanan sudah melakukan pemblokiran untuk lahan yang mengelilingi sekolahan," katanya.

Anggota Satgas BPBD Kabupaten HSS, Rahmani Nopran atau yang akrab disapa Pa RT ketika dihubungi juga mengatakan dapat informasi dari satgas BPBD Kecamatan Daha Barat.

Sepanjang kejadian ini dia siaga di posko memantau frekuensi dan grup whatapp. " Iya benar untuk kondisi terakhir yang membakar bangunan sekolah sudah bisa dikuasai, cuma lahan di belakang masih berkobar. Dari Kandangan saja yang berangkat ke lokasi sampai lima unit portabel," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved