Berita Batola

FAKTA Petugas Karhutla Terkurung Api di Batola, dari Berjuang 3 Hari 3 Malam hingga Ada Kesengajaan

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel dan Baritokuala serta Mangala Agni, TNI, Polri dan relawan bekerja keras

FAKTA Petugas Karhutla Terkurung Api di Batola, dari Berjuang 3 Hari 3 Malam hingga Ada Kesengajaan
BPBD Kotabaru
Ilustrasi Kebakaran lahan di Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel dan Baritokuala serta Mangala Agni, TNI, Polri dan relawan bekerja keras untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (21/8).

Sejumlah petugas ada yang berjuang melakukan pemadaman di perkebunan sawit Desa Tatah Bedauh Kecamatan Rantau Bedauh Kabupaten Baritokuala.

Sejumlah petugas bahkan terkurung api. “Iya ada enam anggota satuan tugas dari perusahaan sawit yang terkurung api. Tapi alhamdulillah, mereka bisa dievakuasi dan selamat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin.

Helikopter water bombing bahkan dikerahkan untuk pemadaman di lokasi terjebaknya enam petugas tersebut.

Wahyuddin menceritakan petugas pemadam dari perusahaan sawit itu terkurung api yang dengan cepat menjalar akibat tiupan angin.

Baca: Elpiji Subsidi di Batola Tembus Rp30 Ribu, Camat Marabahan Minta Ada Survai ke Lapangan

Baca: Besarkan Payudara Tanpa Beritahu Suami, Ibu Muda Cantik Ini Justru Meninggal di Meja Operasi

Baca: FAKTA BARU Kasus Ibu Hamil Diberi Obat Kedaluwarsa, Ada Korban Lagi & Polisi Duga Ada Kesengajaan

Kebakaran juga terjadi di Cinta Puri sampai Jejangkit Timur Kecamatan Jejangkit, Batola, kemarin. Api telah menghanguskan lahan sekitar 20 hektare.

“Sudah tiga hari tiga malam kami berupaya memadamkan api, termasuk menggunakan heli water bombing, di Jejangkit Timur,” kata Wahyudin.

Api sempat merembet ke permukiman. “Arah angin ke perumahan penduduk. Ini yang tengah kami blokir,” katanya.

Wahyudin menegaskan kebakaran lahan di Rantau Bedauh dan Jejangkit murni dibakar masyarakat. Bukan karena titik api dari tanah

Camat Jejangkit, Mujiburahman, menyatakan kebakaran terjadi di hutan galam di Jejangkit Timur. Dia meminta warga agar tidak membakar sawahnya setelah dipanen. “Dan jika ada warga yang sedang mengambil galam di hutan agar tidak merokok sembarangan,”katanya.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved