Pemindahan Ibu Kota RI
Ibu Kota yang Baru Dirancang Ramah Lingkungan dengan Pemanfaatan Energi Terbarukan
Kendati belum diputuskan Presiden Joko Widodo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan ibu kota
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kendati belum diputuskan Presiden Joko Widodo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan ibu kota yang baru harus menggambarkan smart dan intelligent city.
Konsep ini akan diwujudkan dengan pembangunan infrastruktur yang memudahkan pergerakan manusia dan pengolahan limbah.
Di antaranya penerapan sistem informasi, transportasi, pengelolaan air dan limbah yang terpadu dan cerdas.
"Dulu kita selalu mengeluh, transportasi publik di Jakarta itu suka ngebut, suka berhenti sembarangan. Masalah itu bisa diatasi kalau menggunakan smart transportation system, termasuk kendaraan listrik," ujar Bambang.
Baca: Komisi V Sesalkan Rencana Pemindahan Ibu Kota RI, Tak Ada Konsultasi, DPR Merasa Dilewati
Baca: Jeritan Hati Putra Nikita Mirzani dan Sajad Ukra Diungkap Sahabat, Azka Minder Tak Ada Daddy?
Baca: Lewatkan Bulan Madu Cut Meyriska dan Roger Danuarta Mulai Jalankan Syarat Menikah dari Sang Ayah
Kemudian dalam konsep green city, pembangunan ruang terbuka hijau akan mencapai 50 persen dari total luas wilayah ibu kota.
Selain itu, pemanfaatan energi terbarukan dan rendah karbon akan dimaksimalkan.
Pembangunan gedung berkonsep green building.
"Singapura itu sama dengan Jakarta, panas. Tapi mereka tidak berdiam diri. Pohon diintensifkan sehingga suhu di Singapura itu bisa turun sampai 2 derajat," terang Bambang.
Dari segi infrastruktur, menurut Bambang, akan dibangun antara lain transportasi publik, bandara dan pelabuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bpost-edisi-cetak-jumat-23820191.jpg)