Bumi Tuntung Pandang

Ketapang, Sentra Kemiri Kabupaten Tala

Kemiri yang dihasilkan dari Desa Ketapang Kecamatan Bajuin ternyata merupakan jenis kemiri terbaik se-Indonesia berdasar hasil uji laboratorium.

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Bupati Tanahlaut, Sukamta secara simbolis menanam kemiri di Desa Ketapang pada acara Manunggal Tuntung Pandang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kemiri yang dihasilkan dari Desa Ketapang Kecamatan Bajuin ternyata merupakan jenis kemiri terbaik se-Indonesia berdasar hasil uji laboratorium.

Saat ini, atas dasar itu CV Agroforestry Indonesia tertarik untuk mengembangkan dan melakukan pembibitan kemiri Desa Ketapang.

Pembibitan ini sudah dilakukan sekitar tiga tahun.

“Saya senang sekali karena kita hari ini menemukan salah satu komoditas andalan yang hilang selama ini dari Tanah Laut yaitu komoditas kemiri. Kita berharap Desa Ketapang jadi sentra kemiri bagi Tanah Laut,” ujar Bupati Tanahlaut, Sukamta saat digelar kegiatan Manunggal Tuntung Pandang, di Desa Ketapang, Kamis (29/8/2019) kemaren.

Dalam kegiatan tersebut, bupati sekaligus mencanangkan Bulan Bakti Gotong Royong dengan melakukan penanaman pohon kemiri.

Pada kesempatan itu pula, pemimpin wilayah berjuluk Bumi Tuntung Pandang ini menyebut jika pihaknya mendukung untuk menjadikan kemiri sebagai produk andalan Desa Ketapang.

“Ini merupakan komoditas penting untuk kita, dan bagus jika terus dikembangkan dari segi ekonomi. Nanti kita dukung untuk produk kemiri ini supaya bisa menjadi ciri khas satu desa satu produk,” ujar Bupati.

Sementara itu, untuk pengembangan bibit kemiri sudah dilakukan di Kabupaten Tanahlaut sebanyak enam titik yakni, Desa Telaga, Tirtajaya, dua titik di Desa Ranggang, Tebing Siring dan Desa Martadah.

Menurut Pengelola Penyemaian CV Agroforestry Indonesia di Banjarbaru, Erni Faridah, bibit kemiri disemai memerlukan waktu sekitar tiga minggu dan bisa ditanam setelah berusia minimal dua bulan.

Bisa diproduksi buah kemirinya jika sudah berusia sekitar tiga tahun. (aol/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved