Berita Banjarmasin

Jasmine, Penyanyi Dangdut Yang Tetap Cinta Seni Budaya Daerah Banjar

Soal menyanyi dangdut, pastilah biduan berstatus ASN ini tidak asing lagi. Ia malang melintang dari panggung ke panggung dengan berbagai job acara.

Jasmine, Penyanyi Dangdut Yang Tetap Cinta Seni Budaya Daerah Banjar
ist
Jasmine Laura dan Intan Amelia penyanyi_dangdut 

BANJARMASINPOST CO.ID - Soal menyanyi dangdut, pastilah biduan berstatus ASN ini tidak asing lagi. Ia malang melintang dari panggung ke panggung dengan berbagai job acara.

Ya, pedangdut ini kesehariannya ASN di Dinas Pendidikan UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Jorong, Tanah Laut.

Selain penyanyi panggung, Jasmine Laura tetap tidak meninggalkan seni budaya daerah Kalimantan Selatan yaitu sebagai penyanyi musik panting.

Bahkan penyanyi bernama asli Nur Jannah ini sudah terbilang familiar dengan lagu-lagu daerah, apalagi pernah beberapakali menjuarai kompetisi lagu Banjar yang dilaksanakan PGRI.

Pada Minggu (8/9) ini Jasmine kembali diajak menyanyi musik panting di grup Karindangan pimpinan Aan Surya, pada acara kawinan yang sekaligus juga menampilkan tarian Japin.

Baca: Bahasa Asing Risma Afrida Melekat Lewat Kesukaannya Menyanyi Lagu Bahasa Inggris

"Sebagai vokal, saya menyanyi bersama Intan Amelia. Sedangkan penarinya ada empat orang," terang wanita kelahiran Pelaihari 6 Agustus 1987.

Karena ada permintaan dari pengundang bahwa ada penampilan tarian, beberapa hari ini grupnya latihan pemantapan supaya maksimal tampilnya.

"Biasanya tidak latihan, tapi berhubung tuan rumah minta ada penari dan jumlahnya banyak, maka supaya tampil maksimal kami adakan latihan," terang Jasmine seraya mengatakan mereka sering diundang oleh perusahaan Arutmin tanpa penari.

Minggu ini lagu yang akan dinyanyikan Jasmine ada sekitar empat sampai lima judul. Pastinya lagu kesukaan tidak ketinggalan yakni Baras kuning dan Amas Mirah.

Jasmine yang sering meraih prestasi menyanyi sejak gadis dengan genre pop dan nostalgia, kemudian sekarang dominan dangdut, merasa tak ada masalah ketika harus menyanyi lagu Banjar diiringi musik panting.

"Irama lagu hampir sama antara dangdut dan panting, bedanya hanya peralatan musik," tandasnya.

Ia juga berharap lagu Banjar dan musik panting makin disukai generasi sekarang.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved