Berita Kabupaten Banjar
Wall Climbing Rusak Parah, FPTI Banjar Segera Audiensi ke Pihak ini
Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPJTI) Kabupaten Banjar tak tinggal diam dengan rusak parahnya wall climbing boulder.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPJTI) Kabupaten Banjar tak tinggal diam dengan rusak parahnya wall climbing boulder.
Dalam waktu dekat mereka akan menemui pejabat terkait Pemerintah Kabupaten Banjar.
"Sesegeranya kami akan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banjar. Kami akan beraudiensi untuk memaparkan kondisi yang kami hadapi, sekaligus mencari solusinya," ucap Sekretaris Umum FJTI Banjar Syawli Syahri, Senin (09/09/2019).
Kapan ke Dispora Banjar? "Secepat mungkin, kami upayakan dalam pekan ini juga," tandas Syawli didampingi dua orang pengurus FPTI Banjar lainnya saat berada di area fasilitas panjat tebing di kawasan Taman Demang Lehman, Martapura.
Syawli mengatakan perbaikan wall boulder mendesak dilakukan secepatnya.
Baca: Profesi Ki Joko Bodo Seusai Tinggalkan Dunia Paranormal, Ini Kondisinya Bersama 4 Istri & 10 Anaknya
Baca: Inilah Aktor Intelektualis Penggerak Massa Kerusuhan Papua dan Papua Barat yang Ditangkap Polisi
Baca: Bacaan Niat Puasa Asyura pada 10 Muharram 1441 H, Selasa (10/9/2019), Simak Keutamaannya
Baca: Memori Penghinaan di Balik Koleksi Parfum Ussy Sulistiawaty, Istri Andhika Pratama Ungkap Kisahnya
Pasalnya, kondisi fasilitas tersebut kian parah.
Maklum, bahan yang digunakan tak standar yakni cuma multipleks dan telah berusia sekitar empat tahun.
"Sama sekali tak bisa lagi digunakan untuk latihan karena mambahayakan keselamatan jika dipanjat," tandasnya.
Itu sebabnya pihaknya perlu segera beraudiensi dengan pejabat berwenang Dispora Banjar guna mencari solusi tercepat.
"Kami akan mengajukan tiga alternatif solusinya. Harapannya salah satunya diterima sehingga perbaikan wall climbing boulder itu bisa segera dilakukan," ucap Syawli.
Tiga alternatif yang akan disampaikan yakni mengajukan permohonan perbaikan wall boulder secara penuh oleh Dispora Banjar.
Lalu, menggunakan dana talangan dari pengurus FPTI Banjar dan selanjutnya meminta dianggarkan perbaikannya untuk mengganti dana talangan tersebut.
"Alternatif ketiga kami menggandeng pihak ketiga (perusahaan swasta) untuk memperbaiki wall coulder itu. Prinsipnya tentu saling memberi manfaat, pihak ketiga bisa memanfaatkan wall tersebut sebagai media promosi atau branding," beber Syawli.
Ia mengatakan perbaikan wall boulder tersebut tak kurang memerlukan dana Rp 40 juta. Pasalnya harga wall jenis fiber (standar) per meter persegi mencapai Rp 900 ribu hingga satu juta.
Ukuran wall tersebut 4x15 meter sehingga total fiber yang diperlukan 90 meter persegi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/sekum-fpti-banjar-syawli-syahri-memeriksa-wa.jpg)