Mitos Kalalah Masa Nifas

Minum Jamu Tradisional, Begini Cara Perempuan Banjar Mengatasi Meruyan Merah dan Putih

sejak hari pertama melahirkan secara alami sampai waktu 40 hari, itulah periode nifas yang ditandai perdarahan sisa-sisa dari proses persalinan.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Elpianur Achmad
banjarmasinpost.co.id/salmah
Rahayu, warga Jalan Gang Sawo Banjarmasin 

BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARMASIN - Zaman dulu saat belum ada obat medis, masyarakat menggunakan aneka tanaman untuk pemulihan pasca melahirkan. Resep tradisional ini diwariskan para orangtua secara turun-temurun.

Pemulihan organ dalam rahim usai melahirkan, normalnya adalah hari kedua atau ketiga, selain ASI mulai keluar, ibu juga akan mengalami kontraksi-kontraksi kuat yang berdampak terhadap mengecilnya rahim kembali ke ukuran sebelum hamil.

Selain itu sejak hari pertama melahirkan secara alami sampai waktu 40 hari, itulah periode nifas yang ditandai perdarahan sisa-sisa dari proses persalinan.

Pada minggu pertama masa nifas, darah yang keluar berwarna merah segar (lochia rubra). Setelah itu selama dua minggu, warna darah yang keluar berubah menjadi kecokelatan dan kekuningan (lochia sanguinolenta).

Baca: Begini Cara Tradisional Masyarakat Banjar Wangikan Badan Sebelum Melahirkan

Baca: Mitos Kalalah Masa Nifas di Masyarakat Banjar, Melanggar Larangan, ini Akibatnya

Baca: Jariangau Tanaman Penghalau Kuyang Pemburu Darah Wanita Melahirkan

Berikutnya, mulai keluar lendir-lendir putih bening atau agak kuning (lochia alba). Pastinya darah kotor dan lendir itu juga memunculkan bau.

Rahayu (65), warga Jl Manggis Gg Sawo, Banjarmasin, menjelaskan, selain menggunakan wadak yang dikasai (oles), ia juga minum jamu khusus setelah melahirkan.

"Saat meruyan (keluar darah kotor dan lendir) memang keluar bebau, ini mesti diatasi supaya tidak jadi penyakit," jelasnya.

Saat meruyan merah ataupun putih, Rahayu rajin minun jamu khusus meruyan merah atau meruyan putih yang ada dijual di pasaran obat tradisional.

"Konsumsi jamu leluhur dari orang bahari. Selain itu saya menggunakan konsumsi pektai saat pagi dan siangnya minum jamu rastung," jelasnya.

Baca: Diluluri Ramuan, Lilit Erat dengan Kain, Tradisi Masyarakat Pasca-Melahirkan, Perut pun Mulus

Baca: Usai Melahirkan Jangan Bepanas Bisa Kalalah, Pantangan Nenek Moyang, Begini Menurut Bidan

Baca: Mitos Kalalah Masa Nifas di Masyarakat Banjar, Melanggar Larangan, ini Akibatnya

Kalau ada gatal di kemaluan setelah melahirkan, Rahayu meresepkan untuk menggunakan ramuan berupa kunyit diparut dan campur kapur sirih sedikit.

Ramuan tadi kemudian dipepes hangat-hangat kuku. Selanjutnya bukan diminum, melainkan ditaruh di bangku dan diduduki.

Selain itu bisapula gunakan daun sirih untuk cebok (membasuh setelah buang air kecil/besar) supaya cepat kering organ vitalnya dan tidak berbau.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved