Berita Kabupaten Banjar

Pascaoperasi Patuh Intan, Banyak Warga yang Mengurus Dokumen Penting ini

Umumnya mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM), sebagian pemohon baru dan sebagian lainnya memperpanjang masa berlaku.

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/idda royani
RAZIA - Anggota Satlantas Polres Banjar saat melaksanakan kegiatan Ops Patuh Intan Banjar 2019, kemarin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Operasi Patuh Intan 2019 telah berlalu sejak empat hari lalu.

Namun dampaknya masih terlihat di Polres Banjar di kawasan Jalan A Yani, Martapura.

Warga masih banyak berdatangan ke mapolres.

Umumnya mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM), sebagian pemohon baru dan sebagian lainnya memperpanjang masa berlaku.

Jamhuri misalnya yang menjelang siang turut datang ke Polres Banjar.

"Ini saya menemani saudara sepupu yang SIM-nya mati. Ternyata antrenya lama juga karena banyak yang ngurus SIM," ucapnya, Senin (16/09/2019).

Baca: Dianggap Biasa, Ini 7 Kebiasaan yang Bisa Merusak Ginjal

Baca: Keributan Ashanty dan Anang Terjadi, Ibu Sambung Aurel Hermansyah Sampai Minta Bantuan Ustadz

Baca: Tangis Roger Danuarta Lihat Kondisi Cut Meyriska, Ini Video Detik-detik Teman Marcella Simon ke RS

Warga Sungaisipai ini mengatakan Operasi Patuh Intan cukup bermanfaat bagi masyarakat.

Pasalnya, secara langsung menyadarkan dan mengingatkan warga untuk tertib berlalu lintas termasuk dalam hal kelengkapan berkendara.

"Contohnya ya seperti saudara saya ini. Kemarin SIM-nya mati tak segera diurus. Setelah ada razia, akhirnya terlecut untuk cepat mengurusnya," tandasnya.

Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete melalui Kasat Lantas AKP Indra Agung Putra mengatakan ada peningkatan jumlah pemohon SIM pascaoperasi Patuh Intan 2019.

Data trafiknya masih belum direkap. Namun secara kasat mata bisa terlihat yakni banyaknya pemohon yang mengurus SIM di bagian Badan Urusan (Baur) SIM di lingkungan Polres Banjar.

Petugas Baur SIM Aipda Sunyanti mengatakan pemohon yang datang bervariasi, ada yang pemula atau ingin membikin SIM baru.
Sebagian lainnya perpanjangan karena masa berlaku telah kedaluwarsa.

“Jadi untuk Satpas pembuatan SIM memang dipadati oleh para pemohon SIM setelah Operasi Patuh ini,” ujarnya.

Selama 14 hari pelaksanakan Operasi Patuh Intan 2019 Polres Banjar memecahkan rekor se-Polda Kalimantan Selatan (Kalsel). Ini karena jumlah tilangan terbanyak yakni 4.145 pelanggar.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Lantas AKP Indra Agung Perdana Putra melalui Badan Urusan Tilang (Batil) Aipda Wendy.

“Tahun 2019 ini kita meningkat 60 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 1.600 sekian tilang saja,” sebut Wendy.

Dikatakannya, pada Operasi Patuh Intan tersebut didapati kesalahan bermacam-macam.

Ada yang berupa pelanggaran lalu lintas maupun surat-surat mengemudi yang tidak lengkap.

Wendy mengatakan pengendara yang tidak memiliki SIM sebanyak 2.200 orang.

Dimungkinkan setengahnya adalah pengendara di bawah umur yang ditertibkan oleh Satlantas Polres Banjar beberapa minggu lalu karena melakukan balap liar.

Penindakan berupa tilang, lanjutnya, dimaksudkan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Terutama korban meninggal dikarenakan kecelakaan bermotor, baik roda dua maupun roda empat.

“Karena pasti kan ketiks kita mengadakan kegiatan tiap pagi, masyarakat lebih waspada. Jadi, yang tidak memiliki SIM mereka akan segera membuat. Lalu, yang biasanya tidak memakai helm sekarang jadi pakai helm,“ bebernya.

Sementara itu, Kepala Unit Patroli dan Pengawalan (Patwal) Polres Banjar Ipda Yuani Herma Pratista mengimbau seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten Banjar selalu menaati praturan berkendara.

“Saya harap masyarakat di Kabupaten Banjar ini bisa selalu patuh terhadap undang-undang berkendara. Semua itu untuk kebaikan mereka juga. Seperti keelwajiban memakai helm dan jangan melawan arus,” tandasnya.

Tista meminta masyarakat Kabupaten Banjar untuk menggunakan masker saat berkendara.

Pasalnya, saat ini Kabupaten Banjar sedang dilanda kabut asap terutama saat pagi.

Para pengendara juga hendaknya menggunakan masker dan menyalakan lampunya.

Termasuk pengendara roda empat agar menyalakan lampu saat pagi hari.

"Itu penting karena saat kabut asap penglihatan memang sangat terganggu,” sebut Tista.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved