Eksploitasi Loksado

Bukit Palawan Halinjuangan, Kabupaten HSS, Melihat View Pegunungan Meratus dari Rakit Bambu

Bukit ini terletak di Jalan Hasan Basri Desa Mawangi Kecamatan Padang Batung, sekitar 15 kilometer dari Kandangan atau sekitar 30 menit perjalanan.

Bukit Palawan Halinjuangan, Kabupaten HSS, Melihat View Pegunungan Meratus dari Rakit Bambu
banjarmasinpost.co.id/hanani
Replika rakit bambu, salah satu spot berfoto pengunjung di bukit Palawan Halinjuang, Desa Lumpangi Kecamatan Padang Batung, HSS. 

BANJARAMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Bagi yang ingin  mencoba spot wisata baru di kawasan Loksado, ada Bukit Palawan Halinjuangan. Bukit ini terletak di Jalan Hasan Basri Desa Mawangi Kecamatan Padang Batung, sekitar 15 kilometer dari Kandangan atau sekitar 30 menit perjalanan mengendara.

Tempat ini  sering dikiaskan sebagai serpihan surga alam Loksado. Pesona alamnya sayang untuk dilewatkan. Sebab panorama alamnya terpampang nyata.

 Background gugusan pegunungan Meratus membuat Bukit Palawan ini terlihat eksotis. Untuk mengambil latar belakang pegunungan Meratus  saat berfoto, masyarakat setempat sejak 2017 telah membuat property kekinian.

Mulai dari becak, replika helicopter, sarang burung raksasa, sayap kupu-kupu raksasa, sejumlah gardu pandang, ayunan,  hingga replika rakit bamboo, ikon wisata sungai Loksado, ada di atas puncak bukit.

Baca: Bukit Langara, Menantang Bebatuan Runcing Nan Tajam demi Pemandangan Asri Pepohonan dan Udara Segar

Salah satu favorit pengujung adalah replika rakit bambu. Biasanya, pengujung antre di spor tersebut, karena  unik.

“Uniknya rakit kan biasanya di sungai, tapi ada di atas puncak bukit. Rakit ini spot foto favorif saya, karena pemandangannya keren. Seperti di atas khayangan,”ungkap Dina Lestari, wisatawan dari Kabupaten Balangan.

Masyarakat di sekitar, dikenal ramah, sehingga pengujung merasa nyaman. Banyak juga warga setempat yang buka warung di atas puncak.

Salutnya, mereka tak aji mumpung, dengan membaderol harga jauh lebih mahal. Mereka tetap mematok harga wajar. Misalnya sebotol air mineral isi  500 mililiter, hanya Rp 3000 sampai Rp 3.500. Padahal, membawa barang ke atas puncak bukit, butuh tenaga ekstra.

Replika rakit bambu, salah satu spot berfoto pengunjung di bukit Palawan Halinjuang, Desa Lumpangi Kecamatan Padang Batung, HSS, Kalsel
Replika rakit bambu, salah satu spot berfoto pengunjung di bukit Palawan Halinjuang, Desa Lumpangi Kecamatan Padang Batung, HSS, Kalsel (banjarmasinpost.co.di/hanani)

Bagaimana mencapai puncak Palawan? Memang butuh persiapan fisik. Banjarmasin post.co.id, saat berkunjung ke sana melewati jalur yang susah-susah gampang. Medan yang dilewati sangat menanjak, meski tak terlalu jauh. Untuk mencapai puncak, harus mendaki kemiringan 30 sampai 60 derajat.

Baca: Dokter Asal Makassar Ini Penasaran Dengan Trek Tour de Loksado 2019

Meski demikian treknya sudah ditata masyarakat setempat, dibentuk anak tangga berundak.

Di samping kanan dan kiri undakan tangga, dibuat pegangan dari bambu agar tak tergelincir saat mendaki maupun menuruni bukit. Namun, jika berkunjung ke sana, tidak disarankan saat hujan, atau setelah hujan, karena jalur tdi menjadi licin.

Untuk menikmati keindahan bukit Palawan ini, cukup mengeluarkan uang Rp 3000 per orang untuk tiket masuk dan Rp 5000 untuk parkir mobil dan Rp 3.000 untuk parkir sepeda motor. Murah kan? (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved