Berita HSS

Titik Api Meningkat, Pemkab HSS Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla

Pemkab Hulu Sungai Selatan menetapkan HSS dalam status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

Titik Api Meningkat, Pemkab HSS Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla
Dari Puskesmas Pasungkan untuk BPost
Jajaran Puskesmas Pasungkan, Daha Utara, HSS mmebagikan masker kepada pengendara yang melintas di jalan desa tersebut beberapa waktu lalu. 

BANJARAMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan menetapkan HSS dalam status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), darii status semula, Siaga.

Penetapan status tersebut menyikapi dampak kabut asap akibat  makin meningkatnya kebakaran hutan di wilayah HSS Sampai September 2019.

 Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Kesbangpol HSS, Efran, membenarkan status tanggap darurat Karhutla di HSS.

Menurutnya, pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi siang tadi, bersama  Sekda dan seluruh camat, seluruh SKPD, PMI HSS, Ketua PMK/BPK  se HSS, BUMN, BUMD, Tagana serta perusahaan swasta yang beroperasi di HSS dan unsure lainnya.

Baca: Peringatan Ustadz Abdul Somad Saat Ditanya Soal The Santri, Film dari Putri Ustadz Yusuf Mansur

Baca: Dukung Penanganan Karhutla, IOF Kalsel Serahkan Bantuan Satu Mobil Tangki

Baca: Apa Jadinya Bila Istri Juru Parkir Berselingkuh dengan Penjual Ikan, Cinta Segi 3 yang Berakhir Maut

Baca: Rawat Kebhinekaan, Raja Sultan Datu Hingga Budayawan Dipertemukan di Kalsel

"Saat ini titik api semakin meningkat menyebabkan banyak warga mengalami gangguan infeksi saluran pernapasan (ISPA), akibat indeks udara yang kian tak sehat,"ungkap Efran saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Kamis (19/9/2019).

Berdasarkan catatan BPBD Kesbangpol sendiri, disebutkan, luas lahan yang terbakar sampai 18 September 2019 sekitar 208 hektare.

“Konsekwensi dari tanggap darurat ini, semua pihak, termasuk masyarakat  ikut bersama bekerja memadamkan api, atau membantu petugas di lapangan sesuai bidang masing-masing,”katanya.  

 Efran mencontohkan, salah satu kegiatan untuk mencegah dampak kabut asap adalah membagi-bagikan masker kepada masyarakat, mengingatkan satu sama lain, agar keluar rumah pakai masker baik orang dewasa, apalagi anak-anak, untuk mencegah menghirup udara tak sehar tersebut.

“Juga perbanyak informasi terkait larangan membakar lahan, dan laporkan kepada aparat yang berwenang jika menemukan ada orang membakar lahan, untuk dilakukan tindakan,”katanya.

 Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan DInas Kesehatan HSS, Daru Priyanto yang dihubungi terkait tanggap darurat Karhutla di HSS menyatakan pihaknya telah membagikan masker gratis sebanyak 450 lembar kepada warga Kandangan, 200 lembar kepada warga di Desa Bamban Kecamatan Angkinang, 500 lembar kepada warga Bayanan, Daha Utara, 750 lembar untuk waraga Barja, 100 lembar untuk warga Sungai Raya dan 15 lembar untuk waraga di Desa Malinau Kecamatan Loksado.

Baca: Kondisi Psikologis Betrand Peto Dikhawatirkan Ruben Onsu, Teman Ayu Ting Ting Singgung Soal sang Ibu

Baca: Risty Tagor Tiba-tiba Dililit Ular Piton Raksasa di Leher, Ketakutan karena Sambil Gendong Anak

Baca: Warga Kaget, Tukang Urut di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin Tiba-tiba Meregang Nyawa

 Desa-desa penerima tersebut wilayahnya terdampak kabut asap cukup tebal. Sementara Kasi P2KP Dinkes HSS, Hanti Wahyuningsih menyebutkan, untuk penderita ISPA, memang terjadi peningkatan , namun diamati secara data bulanan, untuk data AGustus selama kabut asap peningkatannya tak terlalu tajam.

“ Untuk  Agustus, ada 2090 kasus ISPA,  dari sebelumnya Juli,  berjumlah 2081,”katanya. Sedangkan untuk September, belum dilakukan rilis datanya, karena dilakukan per bulan.

(banjaramasinpost.co.id/hanani )

Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved